Cerita Penumpang Kapal Pesiar MV Hondius Jalani Isolasi Wabah Hantavirus

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 11:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada 24 April 2026. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan bahwa tujuh kasus hantavirus, tiga di antaranya fat Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada 24 April 2026. Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus melaporkan bahwa tujuh kasus hantavirus, tiga di antaranya fat (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Para penumpang kapal pesiar MV Hondius yang harus menjalani isolasi akibat wabah hantavirus kini menghadapi situasi penuh ketidakpastian di tengah proses evakuasi internasional. Di balik krisis kesehatan tersebut, para penumpang disebut berjuang menghadapi rasa takut sekaligus harapan untuk bisa segera pulang dengan selamat.

Kisah para penumpang di dalam kapal menjadi sorotan publik setelah video emosional milik salah satu penumpang, Jake Rosmarin, viral di media sosial. Dalam video itu, Rosmarin tampak menahan tangis sambil meminta masyarakat melihat mereka sebagai manusia, bukan sekadar bagian dari pemberitaan.

"Kami bukan sekadar cerita. Kami bukan sekadar tajuk berita, kami adalah manusia yang memiliki keluarga, memiliki kehidupan, dan ada orang-orang yang menunggu kami di rumah," ujar Rosmarin dikutip dari BBC, Jumat, 8 Mei 2026.

Baca Juga: 2 Warga Singapura Jalani Isolasi dan Tes Virus Hantavirus

Rosmarin mengaku tekanan terbesar yang dirasakan para penumpang berasal dari ketidakjelasan situasi selama berada di tengah laut.

"Ada banyak ketidakpastian dan itu bagian tersulitnya. Yang kami inginkan saat ini hanyalah merasa aman, mendapat kejelasan, dan pulang ke rumah," dia menambahkan.

Meski demikian, gambaran berbeda disampaikan penumpang lain bernama Qasem Elhato. Menurutnya, kondisi di atas kapal tetap relatif tenang dan terkendali meski wabah sedang berlangsung.

Ilustrasi virus. <b>(Pixabay)</b> Ilustrasi virus. (Pixabay)

"Meskipun reaksinya (Rosmarin) valid, itu tidak mewakili situasi di atas kapal secara keseluruhan. Penumpang lain tetap tenang, situasi terkendali, dan kami hanya berharap mereka yang sakit segera sembuh," kata Qasem.

Ia menjelaskan para penumpang menghabiskan waktu dengan membaca buku, menonton film, hingga menikmati minuman hangat selama masa isolasi. Operator kapal, Oceanwide Expeditions, juga disebut terus berupaya menjaga kenyamanan para tamu di tengah situasi darurat.

Namun demikian, penerapan protokol kesehatan kini diperketat di seluruh area kapal. Penumpang diwajibkan menjaga jarak, menggunakan masker di area tertutup, serta rutin mencuci tangan.

Baca Juga: BPOM Cabut Izin Edar 11 Produk Kosmetik Berbahaya-Ilegal, Ada Selsun hingga Madam Gie

Area-area santai yang biasanya dipenuhi aktivitas penumpang kini terlihat lengang. Hanya petugas medis yang tampak hilir mudik menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap.

Sementara itu, penumpang lainnya, Helene Goessaert, menilai situasi di dalam kapal masih berada dalam kendali. Ia menyebut para penumpang terus menerima pembaruan informasi secara berkala dari pihak kapal.

"Kami menerima informasi secara berkala, informasinya akurat. Selebihnya, kami hanya bisa menunggu," kata Helene.

x|close