Ntvnews.id, Moskow - World Health Organization atau WHO menyatakan risiko penyebaran hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius di Samudra Atlantik masih tergolong rendah.
Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, menyampaikan bahwa situasi saat ini belum menunjukkan ancaman besar bagi kesehatan masyarakat global.
“Pada tahap ini, risiko kesehatan masyarakat (terkait hantavirus) relatif rendah,” kata Tedros pada Rabu melalui platform media sosial X.
Sebelumnya, WHO mengungkapkan bahwa strain hantavirus Andes terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius. Diagnosis infeksi dikonfirmasi melalui serangkaian tes laboratorium yang dilakukan di Afrika Selatan dan Swiss.
Hingga kini, jumlah kasus terkonfirmasi tercatat mencapai delapan orang setelah ditemukan satu pasien tambahan yang telah kembali ke Swiss. Dari total kasus tersebut, tiga orang dilaporkan meninggal dunia.
Baca Juga: WHO Duga Korban Hantavirus Sudah Terinfeksi Sebelum Naik Kapal Pesiar
Menanggapi situasi itu, Spain memutuskan untuk menerima kapal yang saat ini berada di sekitar Tanjung Verde agar dapat bersandar di Kepulauan Canary. Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan hukum internasional dan alasan kemanusiaan.
Sesampainya di Kepulauan Canary, seluruh penumpang dan awak kapal akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Pemerintah setempat juga telah menyiapkan fasilitas khusus dan sistem transportasi tersendiri untuk proses penanganan serta pemindahan para penumpang guna mencegah kontak dengan masyarakat umum.
Langkah penanganan tersebut dilakukan berdasarkan protokol terpadu yang disusun WHO bersama European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC), guna memastikan keselamatan selama proses evakuasi dan penanganan medis.
Baca Juga: Spanyol Terima Kapal Pesiar Terkait Kasus Hantavirus di Canary
Berdasarkan informasi WHO, hantavirus merupakan kelompok virus yang ditularkan oleh hewan pengerat dan dapat memicu penyakit serius pada manusia. Penularan umumnya terjadi melalui kontak dengan urin, air liur, atau kotoran hewan pengerat yang terinfeksi. Dalam kasus tertentu, penularan juga bisa terjadi akibat gigitan tikus.
Gejala awal infeksi hantavirus biasanya menyerupai flu dan dapat muncul dalam rentang satu hingga delapan minggu setelah paparan. Gejala tersebut meliputi demam, menggigil, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, hingga diare. Pada tahap yang lebih parah, penderita dapat mengalami gangguan pernapasan akibat penumpukan cairan di paru-paru.
(Sumber: Antara)
Kantor pusat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di Jenewa, Swiss. ANTARA/Xinhua/Lian Yi/aa. (Antara)