Salurkan Beras ke Alor, Dirut Bulog Tegaskan Komitmen Negara Jamin Pangan Merata

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Agu 2026, 08:35
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) didampingi Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) menyerahkan bantuan pangan beras kepada warga penerima manfaat saat penyaluran bantuan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (8/8/2026). Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kanan) didampingi Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani (kiri) menyerahkan bantuan pangan beras kepada warga penerima manfaat saat penyaluran bantuan di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (8/8/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Perum Bulog bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin keadilan akses pangan hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia. Penegasan ini dibuktikan melalui peluncuran penyaluran bantuan pangan perdana di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT).


Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyampaikan bahwa kedatangan tim gabungan ke Alor merupakan langkah nyata untuk memastikan tidak ada warga negara yang terabaikan dalam hal pemenuhan kebutuhan pokok.

“Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan pemerintah benar-benar sampai kepada masyarakat. Ini bukan hanya soal menyalurkan beras, tetapi memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat," kata Rizal saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu (8/8/2026).
 

Rizal hadir mendampingi Kepala Bapanas yang juga menjabat sebagai Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Dalam titik penyaluran ini, alokasi bantuan yang dibagikan mencakup rapelan untuk tiga bulan sekaligus, yaitu periode Juli, Agustus, dan September 2026.

Secara keseluruhan, sasaran program bantuan pangan di Kabupaten Alor mencapai 37.338 Penerima Bantuan Pangan (PBP). Dengan alokasi tiga bulan tersebut, setiap keluarga penerima manfaat berhak membawa pulang beras sebanyak 30 kilogram.

Rizal tidak memungkiri bahwa kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan menghadirkan tantangan logistik yang cukup dinamis. Meski demikian, sinergi kokoh antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan Bulog diyakini mampu menembus batasan tersebut.

“Bagi Bulog tidak ada wilayah yang terlalu jauh untuk dilayani. Alor adalah bagian dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki hak yang sama untuk mendapatkan perhatian serta akses pangan. Kami akan terus memastikan pangan hadir sampai ke masyarakat,” tegas Rizal.
 

Pada pelaksanaan lapangan, bantuan disebar langsung ke tingkat desa. Beberapa di antaranya yakni Desa Fuisama dengan jatah 66 PBP, Desa Probur sebanyak 513 PBP, serta Desa Lembur Barat yang menerima alokasi untuk 222 PBP.

Sementara itu, Kepala Bapanas sekaligus Mentan Andi Amran Sulaiman mengutarakan bahwa pendistribusian ini menjadi instrumen penting negara dalam menjaga ketahanan pangan serta memproteksi kelompok masyarakat yang rentan.

"Kita ingin memastikan negara hadir bukan hanya melalui kebijakan, tetapi melalui aksi nyata," tutur Amran.

Ia menginstruksikan seluruh jajaran untuk mengawal penyaluran agar tepat sasaran dan tepat waktu, khususnya di kawasan pelosok dan terpencil. Amran menegaskan, lokasi tempat tinggal di wilayah kepulauan tidak boleh menjadi alasan bagi warga untuk merasa terisolasi dari perhatian pemerintah.
 

"Hari ini kami datang langsung ke Alor untuk memastikan bantuan pangan benar-benar sampai dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Amran.
 
(Sumber:Antara)

HIGHLIGHT

x|close