Tiga Langkah Pemerintah Menjaga Kekuatan APBN

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Sep 2026, 15:01
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
April
Editor
Bagikan
Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan pemaparan dalam kegiatan ANTARA Business Forum di Jakarta, Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan pemaparan dalam kegiatan ANTARA Business Forum di Jakarta, (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -  Pemerintah menyiapkan tiga strategi fiskal untuk menjaga sekaligus memperkuat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan strategi tersebut mencakup optimalisasi penerimaan negara, peningkatan kualitas belanja, penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah, serta penerapan pembiayaan yang lebih inovatif.

“Strategi fiskal kami tetap memiliki tiga strategi fiskal yang besar,” kata Suahasil dalam kegiatan ANTARA Business Forum di Jakarta, Rabu.

Strategi pertama diarahkan pada peningkatan penerimaan negara, termasuk melalui upaya menaikkan rasio pajak atau tax ratio.

Untuk mencapai hal tersebut, Pemerintah akan mendorong kepatuhan wajib pajak, memperluas basis perpajakan, dan memastikan penerapan sistem Coretax dapat berjalan dengan efektif.

Suahasil mengatakan penerapan Coretax telah memberikan kemudahan bagi sebagian wajib pajak dalam memenuhi kewajiban perpajakan. Salah satu contohnya, wajib pajak tidak lagi harus mencari bukti potong dari pemberi kerja karena dokumen tersebut sudah tersedia dalam sistem.

Baca juga: Perdana Pimpin Konpers APBN Kita, Menkeu Suahasil Pamer Gaya Jempol

“Ini akan mempermudah para wajib pajak kita menunaikan pelaporan yang cepat dan efektif,” ujar Suahasil.

Selain meningkatkan kepatuhan dan memperluas basis pajak, Pemerintah akan menyesuaikan sistem perpajakan dengan perkembangan ekonomi digital dan dinamika global. Optimalisasi penerimaan juga akan dilakukan dari berbagai sumber.

Strategi berikutnya berkaitan dengan kualitas belanja negara. Pemerintah berupaya membuat penggunaan anggaran menjadi lebih efisien sekaligus memastikan belanja diarahkan secara tepat sasaran.

Menurut Suahasil, efisiensi tidak sekadar berarti mengurangi jumlah anggaran. Pengeluaran negara harus tetap diarahkan pada program yang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan menjalankan program prioritas nasional.

Di sisi lain, penguatan hubungan antara pemerintah pusat dan daerah juga menjadi bagian dari strategi fiskal. Sinergi tersebut dilakukan melalui harmonisasi berbagai kebijakan.

Suahasil menjelaskan bahwa APBN dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) perlu dipandang sebagai satu kesatuan dalam menjalankan peran negara. Keduanya memiliki fungsi untuk menghadirkan kebijakan yang dapat memberikan dampak terhadap kehidupan masyarakat.

Baca Juga: Menkeu Suahasil Umumkan APBN Tekor Rp240,1 Triliun per Agustus 2026

Pendekatan tersebut kemudian berkaitan dengan strategi terakhir, yakni mendorong pembiayaan inovatif.

Saat APBN dirancang untuk tetap ekspansif, kebutuhan pembiayaan juga harus diikuti dengan berbagai pendekatan baru. Menurut Suahasil, inovasi dalam pembiayaan diperlukan untuk membantu menjaga kondisi APBN tetap sehat.

“Kami mengeluarkan berbagai macam pembiayaan yang lebih inovatif supaya bisa berperan menjaga kesehatan APBN,” tuturnya.

(Sumber: Antara)

x|close