Qualcomm Andalkan AI On-Device pada Snapdragon 8 Elite Gen 6

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Sep 2026, 14:21
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Dedi
Editor
Bagikan
Ilustrasi Snapdragon 8 Elite Gen 6 Ilustrasi Snapdragon 8 Elite Gen 6 (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Qualcomm memperkenalkan dua chipset terbarunya untuk perangkat ponsel premium, yaitu Snapdragon 8 Elite Gen 6 dan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6. Keduanya membawa sejumlah peningkatan yang berfokus pada kemampuan kecerdasan buatan (AI) langsung di perangkat.

Dikutip dari TechCrunch pada Selasa, 22 September 2026 waktu setempat, Qualcomm memperkenalkan kedua chipset tersebut dalam ajang Snapdragon Summit. Perusahaan menyebut teknologi baru itu memungkinkan ponsel memproses berbagai fitur AI secara lebih cepat sekaligus menyesuaikannya dengan kebiasaan pengguna.

Salah satu teknologi baru yang dibawa Qualcomm adalah sensing hub, yang memungkinkan pemrosesan model AI berukuran kecil hingga 200 juta parameter langsung pada perangkat.

Kemampuan tersebut dapat digunakan untuk berbagai fitur, termasuk pencatatan percakapan secara real-time tanpa harus terus mengirimkan data ke server. Sistem ini juga dirancang untuk mengenali dan membedakan suara dari beberapa orang.

Kemampuan AI pada chipset tersebut turut dirancang untuk mengenali pola penggunaan pemilik perangkat. Data dari aktivitas sehari-hari dapat dimanfaatkan untuk memberikan rekomendasi yang lebih sesuai dengan preferensi pengguna hingga membantu mengotomatiskan sejumlah pekerjaan.

Baca Juga: Qualcomm Siapkan Chipset Kelas Atas Terbaru yang Akan Segera Dirilis

Qualcomm juga menyatakan bahwa chipset barunya dapat menjalankan asisten AI berbasis perintah suara secara langsung di ponsel. Asisten tersebut dapat menerima instruksi dan memberikan respons melalui suara tanpa bergantung sepenuhnya pada pemrosesan di server.

Dari sisi kemampuan komputasi AI, Snapdragon 8 Elite Gen 6 memperoleh komponen pemrosesan baru yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi ketika menjalankan model AI. Adapun Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 memiliki kemampuan lebih tinggi dengan dukungan menjalankan model AI hingga 30 miliar parameter secara langsung di perangkat.

Secara umum, parameter merupakan bagian dalam model AI yang digunakan untuk memahami informasi dan menghasilkan respons. Model dengan jumlah parameter yang lebih besar umumnya membutuhkan kemampuan pemrosesan yang lebih tinggi.

Qualcomm juga memberikan peningkatan pada pengolahan gambar untuk mendukung fitur kamera. Teknologi baru tersebut memungkinkan perangkat mengatur dan memproses bagian-bagian gambar secara lebih terperinci.

Peningkatan itu ditujukan untuk menghasilkan kemampuan kamera yang semakin mendekati perangkat profesional. Selain itu, teknologi tersebut juga mendukung stabilisasi gambar serta kemampuan perangkat dalam mengenali gerakan.

Untuk perekaman video, Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 mendukung resolusi 8K dengan kecepatan 60 frame per detik. Chipset tersebut juga mampu merekam video 4K hingga 240 frame per detik yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan efek slow motion berkualitas tinggi.

Chipset kelas atas itu turut kompatibel dengan format Advanced Professional Video (APV) yang ditujukan untuk kebutuhan perekaman video dengan tingkat profesional.

Baca Juga: Qualcomm Siap Hadirkan Chipset Snapdragon X ke Laptop Murah

Selain gambar, Qualcomm mengembangkan kemampuan AI pada kedua chipset untuk meningkatkan kualitas audio. Teknologi tersebut dapat membantu membuat suara pengguna lebih jelas sekaligus meredam kebisingan ketika melakukan panggilan.

Qualcomm juga memperkenalkan Voice Bubble, teknologi yang dirancang untuk memisahkan suara pengguna dari suara bising di lingkungan sekitar selama panggilan berlangsung.

Motorola menjadi salah satu produsen yang telah mengumumkan perangkat dengan chipset baru tersebut. Dalam acara yang sama, Motorola memperkenalkan Motorola Signature 27 yang menggunakan Snapdragon 8 Elite Extreme Gen 6 dan direncanakan tersedia di pasar pada tahun ini.

Qualcomm menyebut pihaknya telah mengembangkan teknologi untuk lebih dari 40 perangkat yang mengandalkan AI. Perusahaan tersebut melihat ponsel masih mempunyai potensi besar sebagai perangkat utama untuk menjalankan berbagai layanan AI sehingga pengguna tidak harus selalu menggunakan perangkat khusus AI.

(Sumber: Antara)

x|close