Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar menggelar audiensi dengan Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto di Jakarta, Kamis, 20 Agustus 2026. Pertemuan tersebut berfokus pada strategi penguatan sumber daya manusia (SDM) nasional melalui pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan pengembangan Sekolah Vokasi BPOM.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak menyoroti krusialnya pemanfaatan AI untuk mendidik calon pemimpin masa depan. Pemanfaatan teknologi ini harus diimbangi peningkatan kapasitas SDM agar dapat mendukung pengambilan keputusan strategis tanpa mengabaikan etika serta tata kelola.
“Kolaborasi antara akademisi, dunia usaha dan pemerintah atau Academia-Business-Government (ABG) menjadi salah satu pendekatan yang didorong untuk membangun ekosistem human-centered AI leadership. Melalui kolaborasi tersebut, pengembangan teknologi diharapkan tetap menempatkan manusia dan kualitas kepemimpinan sebagai aspek utama,” tutur Taruna Ikrar.
BPOM juga mendukung integrasi AI dalam kurikulum kepemimpinan nasional lintas disiplin, khususnya penguatan literasi data dan etika teknologi, serta pembentukan simulated decision labs berbasis AI sebagai sarana pengujian kebijakan.
Di samping isu AI, Taruna menegaskan urgensi pengembangan Sekolah Vokasi BPOM untuk mencetak talent pipeline di bidang pengawasan obat dan makanan. Langkah ini dinilai mendesak mengingat kompleksitas tantangan pengawasan dan tingginya defisit tenaga kerja di tubuh lembaga tersebut.
Per Agustus 2026, BPOM baru memiliki 6.432 Aparatur Sipil Negara (ASN), atau sekitar 60,06 persen dari total kebutuhan ideal sebanyak 10.710 personil. Sekolah Vokasi diharapkan mampu melahirkan lulusan yang membekali diri dengan scientific competence, regulatory competence, practical competence, hingga public service values.
Guna memperkuat ketahanan kesehatan nasional, BPOM membuka peluang kerja sama strategis dengan URI, termasuk pengembangan pelatihan SDM, riset tata kelola pengawasan berteknologi AI, hingga rencana pendirian pusat studi etika dan regulasi AI.
Kepala BPOM Taruna Ikrar melakukan audiensi dengan Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI) Marsekal TNI (Purn.) Donny Ermawan Taufanto di Jakarta Pusat pada Rabu (19/8/2026) guna membahas penguatan sumber daya manusia nasional melalui pemanfaatan artificial inteligence (AI) serta pengembangan Sekolah Vokasi BPOM. (Antara)