Dari Keluarga Buruh Bangunan, Putra Asal NTT Raih Gelar Lulusan Terbaik IPDN 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jul 2026, 15:41
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Aji Bayu Ramadhan meraih predikat lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 dengan raihan IPK 3.84 dari total 1.204 lulusan yang dilantik sebagai Pamong Praja Muda saat diwawancarai media di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (27/7/2026). Aji Bayu Ramadhan meraih predikat lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026 dengan raihan IPK 3.84 dari total 1.204 lulusan yang dilantik sebagai Pamong Praja Muda saat diwawancarai media di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu (27/7/2026). (antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Keterbatasan ekonomi ternyata bukanlah halangan untuk mencetak prestasi akademik yang gemilang. Hal ini dibuktikan langsung oleh Aji Bayu Ramadhan, seorang putra buruh bangunan asal Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang sukses meraih predikat sebagai lulusan terbaik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII Tahun 2026.

Dari total 1.204 lulusan yang dilantik sebagai Pamong Praja Muda di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, pada Rabu, 29 Juli 2026, Aji tampil menonjol. Ia berhasil lulus dengan raihan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang sangat memuaskan, yakni 3.84.

Pengukuhan status lulusan terbaik itu tertuang secara resmi dalam Keputusan Menteri Dalam Negeri tentang Pelantikan Lulusan IPDN sebagai Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026. Dokumen ketetapan ini ditandatangani langsung oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian pada Jumat 24 juli lalu.

Aji sendiri merupakan jebolan dari Program Studi Teknologi Rekayasa Informasi Pemerintahan, yang berada di bawah naungan Fakultas Manajemen Pemerintahan.Lahir dari pasangan Winoto Hadi yang berprofesi sebagai buruh bangunan dan Wahyuniarti, seorang ibu rumah tangga, pencapaian ini menjadi kebanggaan tak ternilai bagi keluarganya. Menurut Aji, momen kelulusannya adalah bukti nyata bahwa keterbatasan bukanlah penghalang bagi siapa pun untuk meraih kesuksesan.

Baca Juga: Prabowo Anugerahi Lulusan Terbaik IPDN, Anak Buruh Bangunan dan Petani Raih Penghargaan

"Ini menjadi sebuah penghargaan dan juga kehormatan bagi kami untuk mendapatkan amanah dan juga doa langsung dari pimpinan tertinggi yang ada di Indonesia. Semoga dengan ini kami tetap semangat dan dapat menempuh tugas menjadi pamong praja yang baik ke depan," ungkapnya usai prosesi pelantikan.

Di balik prestasi cemerlang tersebut, ada pesan mendalam dari kedua orang tuanya yang selalu dijadikan pegangan teguh selama menjalani masa pendidikan. Pemuda asal NTT ini dididik untuk selalu bersikap rendah hati dan kelak mampu mengayomi masyarakat dari berbagai lapisan.

"Amanah dari orang tua selalu berpesan untuk tetap rendah hati dan selalu ingat bahwa kami berasal dari masyarakat menengah ke bawah," ujarnya.

Bagi Aji, kondisi finansial keluarga justru memacunya untuk terus mengembangkan potensi diri. Ke depan, ia bertekad untuk menjembatani perbaikan pelayanan publik melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi di lingkup pemerintahan. Langkah nyata menuju visi tersebut bahkan sudah mulai ia rintis.

Baca Juga: Polda NTT Periksa 4 Terlapor Dugaan Intimidasi Terhadap dr. Icha

"Saya sendiri sudah membuat tiga sistem yang bertujuan untuk melihat sekaligus menyelesaikan berbagai permasalahan di masyarakat. Mudah-mudahan dengan sistem ini dapat sedikitnya mereduksi beberapa faktor birokrasi yang berdampak langsung kepada masyarakat," jelas Aji.

Sebagai penutup, ia menitipkan pesan inspiratif bagi generasi muda di seluruh penjuru Tanah Air, khususnya mereka yang berdomisili di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Aji mengajak mereka untuk membuang jauh-jauh rasa minder dalam mengejar cita-cita, karena kesuksesan selalu bisa diraih melalui kerja keras, doa tulus dari orang tua, serta semangat belajar yang pantang menyerah.

(Sumber: Antara)

 

x|close