Prabowo Anugerahi Lulusan Terbaik IPDN, Anak Buruh Bangunan dan Petani Raih Penghargaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jul 2026, 10:50
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto melantik 1.204 pamong praja muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di Kampus IPDN Prabowo Subianto melantik 1.204 pamong praja muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), di Kampus IPDN (Istimewa)

Ntvnews.id, Sumedang - Presiden Prabowo Subianto melantik 1.204 pamong praja muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII dalam upacara di Lapangan Parade Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Rabu, 29 Juli 2026. Pada kesempatan itu, Presiden juga memberikan penghargaan kepada tiga lulusan terbaik IPDN.

Penghargaan Kartika Astha Bratha diberikan kepada Aji Bayu Ramadhan, putra Winoto Hadi yang berprofesi sebagai kuli atau buruh bangunan.

Sementara itu, penghargaan Sapta Abdi Praja dianugerahkan kepada Mohamad Toriq Anwar, putra seorang petani bernama Wartoyo, serta Charina Anggie Simbolon, putri Peltu TNI Marisi Mangapul Simbolon.

Usai penyerahan penghargaan, Prabowo memimpin prosesi pengambilan sumpah bagi para pamong praja muda.

"Para pamong Praja muda, bersediakah saudara-saudari untuk diambil sumpah sesuai agama masing-masing?"tanya Prabowo kepada para lulusan IPDN.

"Bersedia," jawab para lulusan IPDN secara serempak.

Presiden kemudian membacakan sumpah jabatan yang diikuti seluruh pamong praja muda.

"Demi Allah, saya bersumpah, bahwa saya akan melaksanakan tugas pemerintahan dengan sebaik-baiknya setia dan menjadi perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Bahwa saya siap berkorban jiwa raga untuk kepentingan negara, bangsa, dan masyarakat. Bahwa saya akan setia melayani, mengabdi dan menjadi tauladan kepada masyarakat,"ucap Prabowo yang diikuti para lulusan.

Baca Juga: Gelombang Panas Ancam Perburuk Kebakaran Hutan di Prancis dan Spanyol

Dalam amanatnya, Prabowo mengingatkan para pamong praja agar selalu hadir membantu masyarakat, terutama ketika menghadapi situasi sulit. Ia menilai para lulusan telah menunjukkan pengabdian sejak sebelum dilantik melalui keterlibatan mereka dalam penanganan bencana di Aceh.

"Saudara adalah angkatan pamong Praja yang telah ikut turun langsung Selama satu bulan membantu menangani bencana di Aceh. Sebelum saudara dilantik, saudara sudah dituntut untuk bekerja membantu rakyat di saat rakyat menghadapi kesulitan," katanya.

Prabowo menegaskan bahwa kehormatan seorang aparatur negara tidak ditentukan oleh pangkat maupun jabatan, melainkan oleh manfaat yang diberikan kepada masyarakat.

"Saudara adalah pelayan rakyat. Saudara harus melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat. Mengayomi rakyat Indonesia dengan sebaik-baiknya," katanya.

Menurut Presiden, masyarakat menginginkan aparatur yang jujur, disiplin, profesional, serta bebas dari praktik korupsi.

"Rakyat membutuhkan bahkan rakyat menuntut aparatur yang bekerja jujur, disiplin, bersih, tidak korupsi, berani mengambil keputusan, dan selalu hadir ketika rakyat membutuhkan. Rakyat menuntut aparatur negara yang mengutamakan kepentingan rakyat, bukan kepentingan pribadi atau golongan," katanya.

Prabowo juga mengingatkan bahwa setiap pamong praja merupakan representasi negara di tengah masyarakat. Karena itu, sikap dan kinerja mereka akan menjadi tolok ukur kehadiran negara di mata rakyat.

"Apakah negara hadir atau tidak, apakah negara tertib atau tidak, apakah negara membanggakan atau tidak, apakah negara kita negara yang terhormat atau tidak," tegasnya.

Pelantikan 1.204 pamong praja muda tersebut dilaksanakan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 801.2.5-1431 Tahun 2026 tentang Pelantikan Lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri sebagai Pamong Praja Muda Angkatan XXXIII Tahun 2026.

x|close