Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto perkembangan program pembangunan listrik desa. Dalam laporannya, sebanyak 1.400 desa telah berhasil dialiri listrik dan siap untuk diresmikan.
Bahlil mengatakan, hingga kini masih terdapat sekitar 11.000 desa di Indonesia yang belum menikmati akses listrik. Namun, pemerintah terus mempercepat pembangunan jaringan kelistrikan sehingga 1.400 desa telah berhasil tersambung.
"Kami akan melaporkan karena dari sekitar 11.000 desa yang belum ada listrik, sekarang sudah ada sekitar 1.400 yang selesai dikerjakan dan siap diresmikan. Jadi saya akan laporkan kepada Bapak Presiden," kata Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 28 Juli 2026.
Menurut Bahlil, pembahasan bersama Presiden tidak hanya menyoroti program elektrifikasi desa. Pertemuan tersebut juga membahas penataan sektor pertambangan sebagai bagian dari agenda strategis pemerintah.
Baca Juga: Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Jepang, Peringatan Tsunami Dikeluarkan
Selain itu, Bahlil menyampaikan perkembangan proyek pabrik ekosistem baterai kendaraan listrik yang dibangun oleh Contemporary Amperex Technology Co. Ltd. (CATL). Ia menyebut pembangunan fasilitas tersebut telah rampung dan siap memasuki tahap produksi.
"Hari ini saya rapat dengan Bapak Presiden untuk membahas beberapa hal terkait listrik desa dan penataan tambang," ucapnya.
Ia menambahkan, kesiapan operasional pabrik CATL menjadi salah satu pencapaian dalam program hilirisasi sumber daya alam yang dijalankan pemerintah, khususnya pada komoditas nikel.
"Yang terakhir adalah persiapan peresmian pabrik CATL untuk ekosistem baterai mobil yang groundbreaking-nya dilakukan pada 2025. Sekarang sudah selesai dan sudah bisa berproduksi. Ini merupakan bagian dari implementasi hilirisasi nikel," imbuh Bahlil.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia (NTVnews)