Prabowo Instruksikan Perkuat Riset dan Teknologi Industri Kapal

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jul 2026, 15:51
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Mendikti Saintek Brian Yuliarto Mendikti Saintek Brian Yuliarto (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto memerintahkan jajarannya, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) memperkuat riset dan teknologi mengenai industri perkapalan. Hal itu disampaikan Mendiktisaintek Brian Yuliarto seusai mengikuti rapat terbatas (ratas) yang dipimpin Prabowo di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin, 27 Juli 2026.

"Jadi kami perguruan tinggi diminta menyiapkan apa sih? Penguasaan teknologinya begitu ya. Nah, riset-risetnya ke arah industri kapal kita," kata Brian.

Brian mengatakan, Kemendiktisaintek bersama PT PAL akan bekerja sama melakukan riset dan kajian mengenai industri perkapalan. Riset dan penguatan teknologi diperlukan untuk mendukung kebutuhan industri perkapalan nasional.

"Sehingga membuka lapangan kerja, dan juga kebutuhan kita bisa dipenuhi dari industri dalam negeri," katanya.

Brian mengatakan, kebutuhan kapal nasional sangat besar, terutama kapal angkutan penumpang dan logistik. Untuk itu, industri perkapalan diharapkan dapat tumbuh.

Baca Juga: DPR Masih Tunggu Nama Calon Gubernur BI Pengganti Perry Warjiyo

"Berbagai macam ya, kebutuhan kapal, termasuk kapal domestik untuk angkutan penumpang, angkutan logistik barang. Nah, itu kan kita harusnya itu market yang sangat besar, mestinya industri kita tumbuh," katanya.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Rosan Roeslani mengatakan, Prabowo menyoroti industri logistik nasional. Dikatakan, 95% armada kapal yang beroperasi di Indonesia masih berbendera asing.

Menteri Investasi / CEO Danantara Rosan Roeslani Perkasa <b>(NTVnews)</b> Menteri Investasi / CEO Danantara Rosan Roeslani Perkasa (NTVnews)

"Bagaimana pengembangan dari armada kita. Yang di mana sekarang dilihat oleh Bapak Presiden, pengiriman barang-barang itu 95% berbendera asing," katanya.

"Bagaimana supaya ini ke depannya juga supaya bisa berbendera Indonesia, dan diminta rencana pengembangannya itu seperti apa," katanya menambahkan.

Untuk itu, Rosan mengatakan, galangan kapal nasional akan terus diperkuat. Hal itu dilakukan dengan meningkatkan kuantitas dan kualitas produksi kapal di dalam negeri.

"Pembuatan kapal-kapal itu bisa dilakukan di Indonesia, tetapi juga sesuai dengan standar yang baik, yang standar internasional," katanya.

x|close