Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menegaskan bahwa proyek hilirisasi berperan penting dalam memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok global.
Menurut Rosan, proyek hilirisasi yang dikembangkan PT Vale Indonesia menjadi contoh bahwa pemanfaatan sumber daya alam melalui pengolahan di dalam negeri mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.
"Proyek hilirisasi Vale menempatkan standar baru dalam kolaborasi internasional yang selaras dengan kepentingan nasional, yakni membangun kedaulatan sumber daya, membuka lapangan kerja, serta menciptakan nilai tambah tinggi yang mendukung agenda Net Zero Emissions," kata Rosan dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 25 Juli 2026
Ia menjelaskan, pembangunan kawasan industri berbasis hilirisasi merupakan bagian dari strategi nasional untuk membangun ekosistem kendaraan listrik. Langkah tersebut diharapkan mampu membuka lebih banyak lapangan pekerjaan, memperkuat kemandirian sektor industri, sekaligus mendukung target transisi energi.
Selain itu, manfaat ekonomi dari proyek tersebut diproyeksikan semakin dirasakan oleh daerah penghasil nikel, terutama di Sulawesi Tengah.
Pengembangan kawasan industri juga dinilai mampu mendorong pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan membuka peluang usaha baru serta meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar kawasan industri.
Di sisi lain, penguatan rantai pasok industri kendaraan listrik nasional dinilai sangat bergantung pada percepatan hilirisasi nikel melalui pembangunan fasilitas pengolahan berteknologi tinggi. Upaya tersebut tidak hanya meningkatkan nilai tambah mineral di dalam negeri, tetapi juga memperluas investasi, menciptakan lapangan kerja, dan menggerakkan perekonomian daerah.
Salah satu proyek yang dinilai menjadi tonggak percepatan hilirisasi ialah pembangunan fasilitas High Pressure Acid Leaching (HPAL) Sambalagi milik PT Vale Indonesia, anggota Holding Industri Pertambangan Indonesia MIND ID, yang berlokasi di Morowali, Sulawesi Tengah.
Baca juga: Prabowo Terima Menteri Investasi, Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi di Tanah Air
Proyek yang merupakan bagian dari Indonesia Growth Project (IGP) Morowali dengan nilai investasi sekitar 2 miliar dolar AS itu kini memasuki tahapan penting setelah komponen utama autoclave tiba di lokasi. Fasilitas yang dibangun dengan tiga jalur produksi tersebut ditargetkan mencapai first mechanical completion pada akhir 2026.
Pengamat tambang dan energi Ferdy Hasiman menilai keberadaan fasilitas HPAL kini menjadi kebutuhan strategis bagi industri nikel karena meningkatnya permintaan bahan baku baterai kendaraan listrik di pasar global.
Ia menyebut perusahaan yang memiliki kemampuan mengembangkan fasilitas pemrosesan mineral akan memiliki daya saing lebih tinggi dibandingkan perusahaan yang masih mengandalkan ekspor bahan mentah maupun produk dengan nilai tambah rendah.
"Sebagian besar belanja modal perusahaan tambang saat ini memang diarahkan untuk pembangunan HPAL karena fasilitas ini akan menjadi tulang punggung ekosistem kendaraan listrik. Sejauh ini, MIND ID melalui Vale termasuk yang paling agresif mengembangkan proyek tersebut," ujar Ferdy.
Ferdy juga mengatakan pemerintah bersama Danantara Indonesia terus mempercepat program hilirisasi melalui dukungan investasi terhadap berbagai proyek strategis. Menurutnya, kesinambungan investasi menjadi faktor penting agar Indonesia tetap kompetitif di tengah persaingan industri baterai dan kendaraan listrik dunia.
"Beberapa perusahaan nikel swasta memang tidak terlalu agresif dalam dua tahun terakhir, kemungkinan dipengaruhi dinamika regulasi. Karena itu, keberlanjutan proyek-proyek hilirisasi menjadi penting untuk menjaga momentum investasi," katanya.
Selain memperkuat industri pengolahan mineral, proyek hilirisasi dinilai memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas melalui peningkatan aktivitas usaha di daerah, penyerapan tenaga kerja, serta berkembangnya rantai pasok lokal yang melibatkan pelaku usaha dalam negeri.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - PT Vale Indonesia mendatangkan autoclave yakni peralatan pengolahan nikel berkarbon rendah di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. (Antara)