Ntvnews.id, Palembang - Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, berkolaborasi dengan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) untuk mempercepat pembangunan 13 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di kawasan pesisir.
Program tersebut ditujukan untuk memperluas akses listrik masyarakat yang berada di wilayah dengan kondisi geografis sulit dijangkau oleh jaringan listrik konvensional.
Wakil Bupati OKI Supriyanto mengatakan keberadaan listrik memiliki peran lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan penerangan. Menurutnya, akses energi juga berkaitan dengan peningkatan aktivitas pendidikan, perekonomian, pelayanan publik, hingga kualitas hidup masyarakat.
"Perluasan akses listrik merupakan bagian dari upaya pemerataan pembangunan hingga wilayah pesisir. Listrik bukan hanya soal penerangan, tetapi juga membuka kesempatan masyarakat untuk belajar, mengembangkan usaha, mendapatkan pelayanan publik, dan meningkatkan kualitas kehidupan," kata Supriyanto dalam keterangannya, Kamis, 10 September 2026.
Untuk mendukung percepatan pembangunan, Pemkab OKI turut memastikan berbagai kebutuhan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah dapat dipenuhi, salah satunya terkait kesiapan lahan.
Desa-desa yang menjadi penerima program diminta menyediakan lahan hibah yang dibuktikan melalui surat hibah dari kepala desa.
"Pemda akan memastikan dukungan yang menjadi kewenangan kami, termasuk kesiapan lahan hibah di desa penerima. Kami ingin program ini benar-benar sampai kepada masyarakat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang," ujar Supriyanto.
Sebanyak 13 lokasi PLTS Komunal berada di tiga kecamatan, yakni Cengal, Sungai Menang, dan Tulung Selapan.
Adapun desa yang menjadi lokasi program tersebut meliputi Desa Adil Makmur, Pinang Indah, Kuala Dua Belas, Rantau Lurus, Simpang Tiga Abadi, Simpang Tiga Jaya, Simpang Tiga Makmur, Pantai Harapan, Kuala Sungai Jeruju, Sungai Lumpur, Kuala Sungai Pasir, dan Dusun Parit.
Pembangunan PLTS Komunal itu merupakan bagian dari penugasan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam rangka memperluas jangkauan listrik ke daerah yang belum sepenuhnya terlayani jaringan kelistrikan.
General Manager PT PLN (Persero) UID S2JB Diksi Erfani Umar menyampaikan PLN terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk menuntaskan sejumlah persiapan, termasuk lahan dan perizinan.
Ia menilai karakteristik geografis kawasan pesisir OKI membuat penyediaan infrastruktur listrik membutuhkan metode yang disesuaikan dengan kondisi setempat.
"Karakteristik wilayah pesisir perairan di Kabupaten OKI membutuhkan pendekatan penyediaan listrik yang menyesuaikan kondisi lapangan. PLTS Komunal menjadi salah satu solusi yang dapat dikembangkan untuk menghadirkan listrik secara lebih efektif di wilayah tersebut," katanya.
PLTS Komunal bekerja dengan memanfaatkan panel surya sebagai penghasil energi listrik dan baterai untuk menyimpan energi. Sistem off-grid yang digunakan memungkinkan pembangkit beroperasi tanpa sepenuhnya bergantung pada jaringan listrik utama.
Model tersebut dinilai relevan diterapkan di daerah yang memiliki permukiman tersebar serta keterbatasan akses terhadap jaringan listrik.
Diksi menekankan bahwa pembangunan pembangkit bukan satu-satunya faktor yang menentukan keberhasilan program. Masyarakat juga perlu memiliki kesiapan dalam memanfaatkan sekaligus mengelola energi yang tersedia secara bijak.
"Target kami bukan sekadar membangun infrastruktur, tetapi menghadirkan listrik yang benar-benar dapat mendorong pendidikan, pelayanan publik, kegiatan ekonomi, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat desa," ujarnya.
Menurut Diksi, kesinambungan manfaat program juga membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah desa, PLN, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam memastikan fasilitas listrik dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Di sisi lain, pemanfaatan energi surya turut berpotensi mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar fosil sekaligus membantu menekan emisi karbon.
Dengan tersedianya akses listrik, aktivitas masyarakat di desa-desa pesisir OKI diharapkan dapat berkembang, mulai dari sektor pendidikan, pelayanan publik, komunikasi hingga kegiatan ekonomi.
Pembangunan 13 PLTS Komunal tersebut menjadi salah satu langkah Pemkab OKI dan PLN untuk memperluas pemerataan pelayanan dasar sekaligus menghadirkan akses energi bagi masyarakat di kawasan pesisir yang selama ini menghadapi keterbatasan jaringan listrik.
Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, bersama PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Selatan, Jambi, dan Bengkulu (UID S2JB) mempercepat pembangunan 13 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Komunal di sejumlah desa wilayah pesisir. (Pemkab OKI)