Ntvnews.id, Palangka Raya - PT PLN (Persero) menyatakan sistem kelistrikan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah hingga kini masih berada dalam status siaga akibat keterbatasan daya yang terjadi pada sejumlah pembangkit.
Senior Manager Komunikasi, Keuangan, dan Umum (KKU) PLN Unit Induk Distribusi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (UID Kalselteng), Fahrudin Fajar, mengatakan kondisi tersebut masih terus dipantau sembari dilakukan percepatan pemulihan.
"PT PLN (Persero) menyampaikan bahwa kondisi sistem kelistrikan Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah saat ini masih berada dalam status siaga," kata Fahrudin Fajar di Palangka Raya, Jumat, 7 Agustus 2026.
Ia menjelaskan sistem kelistrikan sebelumnya sempat diperkuat setelah PLTU Tanjung Power Indonesia (TPI) Unit 2 kembali beroperasi pada Selasa, 28 Juli 2026, lebih cepat dari target yang telah ditetapkan.
Baca Juga: PLN Minta Maaf soal Mati Listrik di Jakarta-Tangsel, Pasokan Kembali Normal
Pasokan listrik kembali bertambah ketika PLTU Tumbang Kajuei milik PT SKS Listrik Kalimantan (PLTU SLK) Unit 1 di Desa Tumbang Kajuei, Kabupaten Gunung Mas, mulai beroperasi pada Rabu, 5 Agustus 2026.
Namun, kondisi tersebut kembali berubah setelah PLTU TPI Unit 1 mengalami gangguan.
"Namun, pada 6 Agustus 2026, PLTU TPI Unit 1 mengalami kebocoran pada boiler sehingga daya mampu sistem kelistrikan kembali terbatas," katanya.
PLN saat ini terus berkoordinasi dengan mitra swasta untuk mempercepat proses perbaikan agar pasokan listrik dapat kembali normal. Selama masa pemulihan, perusahaan menerapkan penghentian sementara aliran listrik secara terbatas kepada sebagian pelanggan selama tujuh hari ke depan guna menjaga keandalan sistem.
Baca Juga: BMKG Minta ESDM dan PLN Siapkan Strategi Hadapi Lonjakan Kebutuhan Listrik saat El Nino
Di tengah upaya tersebut, PLN juga mengoptimalkan seluruh sumber daya dan melakukan pengaturan operasi sistem agar dampak terhadap pelayanan publik, fasilitas vital, dan aktivitas masyarakat dapat diminimalkan.
"Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi serta mengharapkan pengertian dan dukungan masyarakat selama proses pemulihan berlangsung," katanya.
Fahrudin menambahkan informasi terbaru mengenai kondisi sistem kelistrikan akan disampaikan secara berkala melalui aplikasi PLN Mobile, Contact Center PLN 123, serta kanal resmi PLN.
Sementara itu, General Manager PLN UID Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah Iwan Soelistijono mengatakan PLN bersama mitra pembangkit terus mempercepat proses perbaikan dan optimistis pasokan listrik di kedua provinsi akan berangsur pulih.
Ia menjelaskan koordinasi lintas fungsi terus diperkuat dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya yang tersedia. Seluruh proses pemulihan dilakukan dengan mengutamakan aspek keselamatan kerja, ketelitian, dan keandalan peralatan agar setiap unit pembangkit dapat kembali beroperasi secara aman.
Saat ini, tim pembangkitan PLN masih melakukan perbaikan terhadap beberapa unit yang mengalami gangguan operasional agar dapat segera kembali beroperasi secara optimal.
"Kami memohon doa dan dukungan seluruh masyarakat agar setiap ikhtiar ini diberikan kelancaran, sehingga seluruh pembangkit dapat segera kembali beroperasi optimal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan nyaman," kata Iwan.
Proses perbaikan komponen sistem pelumasan (lubrication system) pada turbin uap salah satu unit PLTU. (Antara)