Operasional Bandara Tjilik Riwut Tetap Aman di Tengah Kabut Asap Karhutla

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jul 2026, 20:13
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
ilustrasi pesawat/Ist ilustrasi pesawat/Ist

Ntvnews.id, Palangka Raya – Operasional penerbangan di Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, masih berlangsung dengan aman meski kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mulai menimbulkan kabut asap tipis di wilayah tersebut.

General Manager Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut, I Made Darmawan, mengatakan seluruh penyesuaian operasional dilakukan dengan mengacu pada kondisi cuaca serta mengutamakan keselamatan penerbangan.

"Penyesuaian operasional dilakukan berdasarkan kondisi cuaca dan mengutamakan aspek keselamatan penerbangan," kata General Manager Kantor Cabang Bandara Tjilik Riwut I Made Darmawan dalam keterangannya di Palangka Raya, Senin, 27 Juli 2026.

Menurut dia, kabut asap akibat karhutla memang menyebabkan jarak pandang menurun. Kondisi tersebut sempat berdampak pada penerbangan Susi Air rute Palangka Raya–Hampapak (PKY–HMS) yang mengalami keterlambatan keberangkatan sekitar 60 menit.

Untuk menghadapi situasi tersebut, Bandara Tjilik Riwut terus memperkuat koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), AirNav Indonesia, maskapai penerbangan, serta seluruh pemangku kepentingan terkait.

Baca Juga: Menhut Dorong Perbaikan Struktural untuk Tekan Kasus Karhutla

"Koordinasi secara intensif terus kami lakukan untuk memantau perkembangan cuaca maupun visibility secara berkala," ujarnya.

Seluruh keputusan terkait operasional penerbangan tetap mengacu pada regulasi dan prosedur keselamatan yang berlaku dengan mempertimbangkan kondisi cuaca terbaru.

Bandara Tjilik Riwut juga telah menyiapkan prosedur penanganan keadaan darurat beserta personel yang selalu siaga. Selain itu, pihak bandara rutin melakukan patroli kawasan, memantau kondisi lingkungan sekitar, dan berkoordinasi dengan instansi terkait guna mengantisipasi dampak karhutla terhadap keselamatan operasional penerbangan.

Setiap hari, Bandara Tjilik Riwut melayani sekitar 20 hingga 30 pergerakan pesawat, baik kedatangan (arrival) maupun keberangkatan (departure), sesuai jadwal operasional maskapai.

Baca juga: Menhut Sebut Pengendalian Karhutla Saat El Nino Terus Menunjukkan Perbaikan

Sementara itu, jumlah penumpang yang dilayani mencapai sekitar 2.500 hingga 3.000 orang per hari, mencakup penumpang yang datang maupun berangkat.

Adapun rute penerbangan yang tersedia dari Bandara Tjilik Riwut meliputi Jakarta, Surabaya, Semarang, Banjarmasin, Sampit, Muara Teweh, dan Hampapak.

(Sumber: Antara)

x|close