Ntvnews.id
Kabar tersebut menjadi sorotan publik usai beredar informasi bahwa korban bersama keluarganya dicegat saat berada di Bandara Internasional Lombok pada Rabu, 8 Juli 2026. Dalam narasi yang beredar, mereka kemudian dibawa oleh aparat ke Rumah Sakit Bhayangkara.
Menanggapi kabar tersebut, Denny Sumargo atau yang akrab disapa Densu menyampaikan pernyataannya melalui unggahan di akun Instagram pribadi. Ia mengaku menerima informasi bahwa keluarga korban batal berangkat meski seluruh kebutuhan perjalanan telah dipersiapkan oleh timnya.
Menurut Denny, kasus dugaan pembakaran tersebut melibatkan tiga anak yang diduga menjadi korban. Ia menyebut satu korban meninggal dunia, sementara dua korban lainnya mengalami luka berat hingga mengalami cacat permanen.
Denny Sumargo (TikTok)
"Tiga anak diduga menjadi korban pembakaran sebuah kondor pesantren di lombok tengah NTB. Satu anak meninggal dunia. Dua lainnya mengalami luka berat hingga cacat permanent," katanya, Rabu, 8 Juli 2026.
Denny mengungkapkan, berdasarkan keterangan yang diterimanya dari pihak keluarga, laporan mengenai kasus tersebut telah disampaikan kepada aparat sekitar tujuh hingga delapan bulan lalu. Namun, menurut keluarga korban, hingga kini mereka belum memperoleh kejelasan terkait perkembangan penanganan perkara.
Karena itulah, tim Denny Sumargo memutuskan mengundang keluarga korban ke Jakarta untuk menjadi narasumber podcast sekaligus menyampaikan cerita mereka kepada publik.
"Kami kemarin memutuskan untuk memberikan tiket dan menyiapkan akomodasi agar keluarga bisa datang ke Jakarta tepatnya itu hari ini. Namun hari ini gue mendapat kabar bahwa mereka tidak boleh berangkat," katanya.
Lihat postingan ini di Instagram
Ia mengaku mempertanyakan alasan di balik batalnya keberangkatan keluarga korban. Ia berharap seluruh proses penanganan perkara dapat dilakukan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
"Kalau memang tidak ada yang salah dalam prosesnya, oke? Maka keterbukaan itu adalah jawaban terbaik. Dan sebaliknya jika pertanyaan-pertanyaan ini terus dibiarkan tanpa penjelasan, tidak bisa juga disalahkan masyarakat apabila muncul berbagai asumsi," tutup Denny Sumargo.
Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak Polda NTB terkait informasi yang beredar mengenai alasan keluarga korban tidak melanjutkan perjalanan ke Jakarta maupun kronologi lengkap peristiwa tersebut.
Santri Korban Pembakaran di Lombok Dicegat di Bandara (Instagram @sumargodenny)