Kepadatan Wisatawan Buat Risiko Keterlambatan di Bandara Eropa Meningkat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Jun 2026, 06:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia. (ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/aa.) Bendera Uni Eropa terlihat di markas besar Komisi Eropa di Brussel, Belgia. (ANTARA/Xinhua/Zhao Dingzhe/aa.) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah bandara di berbagai negara Eropa saat ini menghadapi lonjakan kepadatan penumpang, yang berpotensi menyebabkan antrean dan keterlambatan penerbangan semakin panjang.

Selain tingginya volume penerbangan selama musim liburan, penerapan sistem baru Entry/Exit System (EES) di Uni Eropa diperkirakan akan memperlambat proses pemeriksaan imigrasi. Sistem tersebut mewajibkan pengambilan data biometrik bagi pelancong yang berasal dari luar Uni Eropa, sehingga waktu pemeriksaan di perbatasan menjadi lebih lama.

Dikutip dari Express, Senin, 29 Juni 2026, hasil penelitian yang dilakukan AirAdvisor menunjukkan bahwa Yunani dan Spanyol menjadi negara dengan jumlah bandara yang paling sering mengalami keterlambatan penerbangan. Sementara itu, Bandara Milan Bergamo di Italia menempati peringkat pertama sebagai bandara dengan potensi penundaan penerbangan tertinggi.

CEO AirAdvisor, Anton Radchenko, menjelaskan bahwa banyak bandara di wilayah kepulauan Yunani memiliki kapasitas yang terbatas, namun harus melayani lonjakan jumlah wisatawan selama musim liburan.

Baca Juga: Carut-Marut Eropa Gegera Gelombang Panas

"Bandara-bandara itu jauh lebih kecil dibandingkan bandara di kota besar dan sangat populer saat musim panas. Ketika terjadi gangguan besar, dampaknya akan menjalar ke penerbangan lainnya," ujar Radchenko.

Menurutnya, kondisi serupa juga terjadi di sejumlah destinasi wisata favorit di Spanyol. "Saat penundaan mulai menumpuk di bandara, efek domino bisa terjadi sehingga semakin banyak penerbangan yang mundur, terutama pada periode sibuk," sambungnya.

Berikut daftar 20 bandara di Eropa yang memiliki potensi keterlambatan penerbangan tertinggi berdasarkan riset AirAdvisor:

  1. Milan Bergamo, Italia

  2. Nice Cote d'Azur, Prancis

  3. Kefalonia, Yunani

  4. Pisa, Italia

  5. Corfu, Yunani

  6. Palma de Mallorca, Spanyol

  7. Reus, Spanyol

  8. Ponta Delgada, Portugal

  9. Olbia, Italia

  10. Zadar, Kroasia

  11. Zakynthos, Yunani

  12. Naples, Italia

  13. Chania, Yunani

  14. Paphos, Siprus

  15. Kos, Yunani

  16. Rhodes, Yunani

  17. Ibiza, Spanyol

  18. Alicante, Spanyol

  19. Mykonos, Yunani

  20. Porto, Portugal

Daftar tersebut menunjukkan bahwa destinasi wisata populer di kawasan Mediterania dan Eropa Selatan menjadi wilayah yang paling rentan mengalami gangguan jadwal penerbangan, terutama selama periode puncak perjalanan wisata musim panas.

x|close