Ntvnews.id, Jakarta - Wanita yang ditemukan meninggal dunia di dalam mobil Toyota Innova pelat merah bernomor polisi M 1090 GP di area Terminal 1 Bandara Juanda, Sidoarjo, dipastikan tidak sedang hamil. Kepastian ini sekaligus meluruskan informasi yang sempat beredar mengenai kondisi korban saat ditemukan.
Korban diketahui bernama Ruly Yunis Setiawati (50), warga Mlajah, Kabupaten Bangkalan. Ia merupakan aparatur sipil negara (ASN) yang bekerja di Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Pemerintah Kabupaten Bangkalan.
Kepala DPRKP Kabupaten Bangkalan, Akhmad Roniyun Hamid, menegaskan bahwa kondisi tubuh korban yang terlihat membesar bukan karena kehamilan, melainkan akibat proses pembusukan pada jenazah.
"Tidak, memang Bu Ruly gemuk dan kondisinya jenazah sudah mengembang karena katanya sudah meninggal tiga hari atau empat hari," kata Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP) Kabupaten Bangkalan, Akhmad Roniyun Hamid.
Pernyataan tersebut disampaikan untuk mengklarifikasi kabar yang menyebut korban meninggal dalam keadaan hamil.
Baca Juga: Polda Metro Gagalkan Peredaran Etomidate dan Ekstasi Jaringan Malaysia dalam Kemasan Beras India
Roniyun juga menjelaskan bahwa korban merupakan pegawai di instansinya. Setelah mendapat kabar mengenai penemuan jenazah tersebut, pihak dinas segera mengirim sejumlah staf ke Sidoarjo guna mengurus berbagai kebutuhan, termasuk proses pemulangan jenazah ke Kabupaten Bangkalan.
"Saat ini teman-teman staf sudah ke sana (Sidoarjo)," ujarnya.
Penemuan jenazah bermula dari kecurigaan warga di sekitar lokasi parkir Terminal 1 Bandara Juanda. Salah seorang saksi, pengemudi ojek online bernama Bagus Tri (26), mengatakan bahwa temuan tersebut pertama kali diketahui sekitar pukul 11.30 WIB.
Menurut Bagus, awalnya rekannya yang sedang memperbaiki kendaraan di sekitar lokasi melihat adanya cairan yang menetes dari mobil tempat korban berada. Cairan tersebut dinilai tidak biasa sehingga menimbulkan kecurigaan.
"Lihat ada cairan itu kayak cairan enggak normal, menetes. Dipikirnya solar atau air radiator," kata Bagus saat ditemui di lokasi.
Karena merasa ada yang janggal, rekannya kemudian berusaha melihat ke dalam mobil melalui kaca kendaraan. Setelah memastikan ada seseorang di dalam mobil, ia langsung memanggil orang-orang di sekitar lokasi.
Baca Juga: Pasca Gempa M 7,1 Venezuela, KBRI Pastikan Tak Ada WNI Jadi Korban
"Terus saya di situ, nah terus saya lari, lari melihat ternyata memang ada orangnya," ucapnya.
Bagus menjelaskan bahwa korban berada di kursi penumpang depan sebelah kiri. Saat ditemukan, posisi tubuh korban terlihat berbaring dengan sandaran kursi direbahkan ke belakang.
"Duduknya itu di sebelah kiri depan, di samping sopir. Posisinya tiduran. Kursinya njeglek, njeglek ke belakang gitu," tambahnya.
Saat warga melihat kondisi korban dari dekat, jenazah disebut sudah mengalami pembengkakan dan pembusukan yang cukup parah.
"Bengkak semua, parah. Perempuan berjilbab, bajunya kuning model gamis. (Perutnya) buncit banget," ujarnya.
Kondisi perut korban yang terlihat sangat besar inilah yang kemudian memunculkan dugaan bahwa korban sedang hamil. Namun, pihak DPRKP Bangkalan telah memastikan bahwa dugaan tersebut tidak benar. Pembesaran tubuh korban terjadi akibat proses pembusukan setelah korban diduga meninggal beberapa hari sebelum ditemukan.
Setelah mengetahui adanya jenazah di dalam mobil, warga segera melaporkan temuan tersebut kepada petugas bandara untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Bagus mengatakan, berdasarkan informasi yang diterimanya, korban diduga telah berada di lokasi parkir Bandara Juanda sejak Sabtu (20/6), atau beberapa hari sebelum akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.
Perempuan Diduga Hamil Ditemukan Meninggal di Mobil Parkiran Bandara Juanda (IG: net2netnews)