BPBD Lumajang Kerahkan Tim Reaksi Cepat Tangani Karhutla di Bromo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Agu 2026, 18:40
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Ramses Manurung
Editor
Bagikan
TRC BPBD Lumajang berusaha padamkan karhutla di kawasan Bukit Sentigi Renteng dan Ledok Bedor, TRC BPBD Lumajang berusaha padamkan karhutla di kawasan Bukit Sentigi Renteng dan Ledok Bedor, (Antara)

Ntvnews.id, Lumajang, Jawa Timur - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), tepatnya di area wisata puncak B29, Desa Argosari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang Isnugroho mengatakan personel TRC dari Posko Darurat Kekeringan dan Karhutla telah menuju Desa Argosari pada Sabtu, 8 Agustus 2026, guna melakukan koordinasi dan membantu penanganan titik api di kawasan Bukit Sentigi Renteng serta Ledok Bedor.

"Regu TRC Siaga Posko Darurat Kekeringan dan Karhutla BPBD Lumajang telah bergerak menuju Desa Argosari pada Sabtu (8/8) untuk melakukan koordinasi lanjutan dan membantu penanganan kebakaran di kawasan TNBTS yakni menuju titik api di kawasan Bukit Sentigi Renteng dan Ledok Bedor," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, Minggu.

Sebelumnya, TRC BPBD Lumajang telah melakukan pemantauan sejak Kamis, 6 Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kesiapsiagaan apabila kebakaran meluas dan memasuki wilayah Kabupaten Lumajang.

Baca juga: Api Makin Meluas! Kemenhut Ambil Langkah Tegas Tutup Total Akses Wisata Bromo

Isnugroho menyampaikan personel TRC tiba di Ledok Bedor pada Sabtu, 8 Agustus 2026, untuk membantu proses pemadaman sekaligus memantau perkembangan kondisi kebakaran. Setelah menjalankan penanganan di lokasi, tim kembali ke Kantor BPBD Kabupaten Lumajang sekitar pukul 16.00 WIB karena hari mulai memasuki malam.

"Kami mengirim satu regu untuk melakukan monitoring dan berkoordinasi dengan jajaran terkait, termasuk masyarakat setempat, agar langkah penanganan dapat segera dilakukan apabila kondisi berkembang," tuturnya.

Penanganan kebakaran melibatkan sejumlah unsur, antara lain TNBTS Resort Ranupane, BPBD Kabupaten Lumajang, Babinsa Argosari, Polsek Senduro, serta Masyarakat Peduli Api dari Desa Ranupane dan Argosari. Koordinasi turut dilakukan bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) Senduro.

Dalam proses pemadaman, petugas mengandalkan metode manual untuk mengendalikan pergerakan api.

"Tim gabungan melakukan penanganan secara manual dengan membuat sekat api dan gepyokan menggunakan dahan atau ranting basah. Untuk mencegah api menyambar vegetasi lainnya, dilakukan pula pemotongan pohon yang berada di sekitar jalur alternatif," katanya.

Selain penanganan melalui jalur darat, proses pemadaman juga mendapatkan bantuan dari udara melalui operasi water bombing. Pada Jumat, 7 Agustus 2026, dua helikopter dikerahkan untuk menjatuhkan air yang diambil dari Ranu Regulo. Operasi pemadaman udara tersebut kembali dilakukan pada Sabtu, 8 Agustus 2026.

Baca Juga: Seluruh Akses Wisata Gunung Bromo Ditutup

BPBD Lumajang masih melakukan koordinasi dengan pihak berwenang untuk mengetahui penyebab kebakaran. Sementara itu, TNBTS masih melakukan asesmen guna mengetahui luasan area yang terdampak kebakaran.

"Kami terus berkoordinasi dengan unsur terkait untuk memastikan penanganan berlangsung terpadu dan perkembangan situasi dapat dipantau secara berkelanjutan," ujarnya.

Pemerintah Kabupaten Lumajang terus memperkuat pengendalian karhutla di kawasan TNBTS melalui pengerahan TRC, penanganan langsung di lapangan, koordinasi lintas instansi, serta dukungan pemadaman dari udara. Upaya tersebut dilakukan dengan tetap mengedepankan keselamatan masyarakat dan petugas.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close