Freeport dan KLH Perkuat Rehabilitasi Mangrove Nasional, Rampungkan Penanaman 1,5 Juta Bibit di NTB

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jul 2026, 11:08
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Freeport dan KLH Perkuat Rehabilitasi Mangrove Nasional, Rampungkan Penanaman 1,5 Juta Bibit di NTB. Freeport dan KLH Perkuat Rehabilitasi Mangrove Nasional, Rampungkan Penanaman 1,5 Juta Bibit di NTB.

Ntvnews.id, Sumbawa - PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) memperkuat rehabilitasi ekosistem mangrove nasional melalui penanaman 1,5 juta bibit mangrove di Nusa Tenggara Barat (NTB). Program tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap Program Mangrove Nasional sekaligus menandai rampungnya penanaman mangrove di lahan seluas 484 hektare di NTB.

Kegiatan penanaman berlangsung di Desa Labuan Alas, Kabupaten Sumbawa, dan dihadiri Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendali Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas, Gubernur NTB Lalu Muhammad Iqbal, serta masyarakat setempat.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendali Lingkungan Hidup Moh Jumhur Hidayat mengatakan rehabilitasi mangrove merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengapresiasi komitmen PT Freeport Indonesia dalam mendukung program penanaman mangrove nasional yang sejalan dengan target pemerintah menanam dua miliar pohon sebagai respons terhadap krisis lingkungan global.

"PTFI telah merehabilitasi hampir 500 hektare mangrove di Nusa Tenggara Barat dan menargetkan rehabilitasi 12.000 hektare di seluruh Indonesia, terutama di Papua. Mangrove memiliki peran penting dalam melindungi ekosistem pesisir, menyerap karbon, dan mendukung mata pencaharian masyarakat. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat perlu terus diperkuat untuk mempercepat pemulihan lingkungan," kata Jumhur.

Baca JugaIni Alasan Izin Freeport di Papua Diperpanjang

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menjelaskan total area penanaman mangrove di NTB mencapai 484 hektare, terdiri atas 445 hektare di Kabupaten Sumbawa dan 39 hektare di Kabupaten Lombok Timur. Penanaman dilakukan sepanjang 2025 hingga 2026 dengan total 1,5 juta bibit mangrove.

Program tersebut merupakan tindak lanjut Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang ditandatangani pada 2023 antara Badan Restorasi Gambut dan Mangrove (BRGM), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (saat itu masih bernama KLHK), dan PT Freeport Indonesia. Program itu menjadi bagian dari dukungan PTFI terhadap restorasi mangrove nasional di luar wilayah operasional perusahaan di Papua dengan target rehabilitasi seluas 2.000 hektare. Lokasi penanaman ditentukan berdasarkan usulan Kementerian Lingkungan Hidup dan diverifikasi oleh Universitas Gadjah Mada (UGM).

Freeport dan KLH Perkuat Rehabilitasi Mangrove Nasional, Rampungkan Penanaman 1,5 Juta Bibit di NTB. Freeport dan KLH Perkuat Rehabilitasi Mangrove Nasional, Rampungkan Penanaman 1,5 Juta Bibit di NTB.

Hingga kini, lokasi rehabilitasi mangrove yang telah terverifikasi mencapai 834 hektare. Dari luasan tersebut, PTFI telah merealisasikan penanaman di luar Papua seluas 666 hektare dengan sekitar dua juta bibit mangrove. Lokasi penanaman tersebar di Nusa Tenggara Barat, Bali, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kepulauan Bangka Belitung, Riau, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara.

"Kemudian untuk Papua khususnya di Kabupaten Mimika, PTFI telah menanam sekitar 5,5 juta bibit mangrove di area seluas lebih dari 2.184 hektare di Papua," kata Tony.

Baca JugaAda Perjanjian Tarif Indonesia–AS, Pemerintah Kebut Divestasi Saham Freeport hingga 63 Persen

Tony menambahkan, penanaman 1,5 juta bibit mangrove di NTB melibatkan sekitar 1.500 warga lokal dalam proses pembibitan, penanaman, hingga pemeliharaan. Keterlibatan masyarakat diharapkan tidak hanya mendukung keberhasilan rehabilitasi kawasan pesisir, tetapi juga meningkatkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

Salah seorang anggota Komunitas Mangrove Sumbawa, Muhammad Tisnaini, mengatakan program tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat pesisir.

"Kami telah membina lima kelompok masyarakat yang kini mampu memproduksi bibit hingga melakukan penanaman secara mandiri. Keberadaan mangrove juga membantu nelayan karena menjadi habitat berbagai jenis ikan, sehingga mereka tidak perlu melaut terlalu jauh untuk mendapatkan hasil tangkapan," kata Tisnaini.

Freeport dan KLH Perkuat Rehabilitasi Mangrove Nasional, Rampungkan Penanaman 1,5 Juta Bibit di NTB. Freeport dan KLH Perkuat Rehabilitasi Mangrove Nasional, Rampungkan Penanaman 1,5 Juta Bibit di NTB.

Ia berharap semakin banyak masyarakat, khususnya di wilayah pesisir, ikut menjaga dan merawat mangrove agar manfaatnya terus dirasakan oleh generasi mendatang.

Kegiatan penanaman mangrove di Labuhan Alas menjadi simbol kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove sebagai pelindung alami kawasan pesisir, habitat keanekaragaman hayati, sekaligus penyerap karbon untuk menghadapi perubahan iklim.

"PTFI berharap kolaborasi ini dapat terus memperkuat upaya rehabilitasi ekosistem pesisir serta menciptakan manfaat lingkungan, sosial, dan ekonomi yang berkelanjutan bagi generasi mendatang,” kata Tony.

x|close