KLH Kerahkan 30 Personel Manggala Agni untuk Percepat Pemadaman Kebakaran TPA Jatiwaringin

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Jul 2026, 14:43
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Petugas dari pemadam kebakaran melakukan penyemprotan ke sejumlah titik api yang membakar area TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu, 2 Juli 2026 Petugas dari pemadam kebakaran melakukan penyemprotan ke sejumlah titik api yang membakar area TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, pada Rabu, 2 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Tangerang - Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) mengerahkan 30 personel Manggala Agni untuk memperkuat sekaligus mempercepat penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten.

Deputi Bidang Penegakan Hukum Lingkungan KLH, Rizal Irawan, mengatakan langkah tersebut dilakukan setelah adanya koordinasi antara Menteri Lingkungan Hidup dan Menteri Kehutanan.

"Kemarin setelah saya hubungi, Pak Menteri LH juga menghubungi Pak Menteri Kehutanan, akan menurunkan kurang lebih 30 orang pemadam dari Manggala Agni," ujar Rizal di Tangerang, Jumat, 3 Juli 2026.

Ia menjelaskan, pengerahan personel Manggala Agni bertujuan mempercepat penanganan kebakaran yang telah berlangsung selama empat hari sejak Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut Rizal, kebakaran di tempat pembuangan akhir memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan kebakaran pada umumnya. Api tidak hanya membakar bagian permukaan, tetapi juga menyala di bawah timbunan sampah yang tingginya mencapai sekitar 30 meter.

"Mereka akan membawa peralatan untuk inject, high pressure inject. Karena kita berupaya untuk memadamkan api yang berada di bawah permukaan," tuturnya.

Baca juga: KLH Minta Masyarakat Hindari Paparan Asap dari Kebakaran TPA Jatiwaringin

Personel Manggala Agni yang diterjunkan berasal dari Balai Pengendalian Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan dan Lahan (PPIKHL) di sejumlah wilayah, antara lain Makassar, Palembang, dan Jawa Barat.

Selain mengerahkan personel tambahan, proses pemadaman juga terus dilakukan melalui dua metode, yakni jalur darat oleh petugas pemadam kebakaran serta jalur udara menggunakan helikopter water bombing.

"Tapi kita tahu bahwa perlakuan ini akan kita samakan dengan perlakuan kebakaran di wilayah gambut, di mana kita tidak bisa fokus di atas saja tapi juga harus yang di bawah. Sehingga diperlukan peralatan yang dipunyai oleh Manggala Agni," kata dia.

Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sekitar 30 persen area yang terbakar di TPA Jatiwaringin telah berhasil dipadamkan dan mulai terkendali.

Direktur Koordinasi Pengendalian Operasi Darurat BNPB, Djohan Darmawan, menyampaikan bahwa pada hari keempat operasi penanganan darurat, dua helikopter water bombing masih terus dioptimalkan untuk mempercepat proses pemadaman.

Baca Juga: BNPB Intensifkan Water Bombing untuk Jinakkan Kebakaran TPA Jatiwaringin

"Sementara ini kita bisa melihat, ini kalau pagi hari anginnya enggak terlalu kencang. Kawan-kawan petugas ini pun juga bekerjanya dimaksimalkan dari pagi, siang, dan malam," jelasnya.

Djohan menambahkan, BNPB juga mengerahkan 18 unit mobil pemadam kebakaran untuk menjangkau titik-titik api yang belum dapat disiram oleh helikopter pembom air sehingga proses pengendalian kebakaran dapat berjalan lebih maksimal.

(Sumber: Antara)

x|close