Ntvnews.id, Moskow - Iran dan sejumlah negara di kawasan Teluk Persia dijadwalkan menggelar pertemuan di Salalah, Oman, untuk membahas kemungkinan kesepakatan sementara terkait pengelolaan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Pertemuan tersebut diinisiasi oleh Oman dan menurut laporan Financial Times pada Jumat, 11 September 2026, direncanakan berlangsung pada Senin, 14 September 2026.
Seorang sumber menyebut agenda dan rincian pertemuan masih dalam tahap pembahasan. Meski demikian, beberapa negara telah menyatakan akan hadir sehingga pertemuan diperkirakan tetap digelar sesuai rencana.
Rencana pertemuan itu berlangsung di tengah konflik antara Iran dan Amerika Serikat yang bermula ketika AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran pada Sabtu, 28 Februari 2026. Iran kemudian merespons dengan menyerang sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Iran Ancam Blokir Teluk Persia Jika AS Lanjutkan Perang Ekonomi
Pada pertengahan Juni 2026, Iran dan AS sempat menyepakati nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, kesepakatan tersebut tidak berlangsung lama karena kedua pihak kembali melakukan serangan.
Sampai saat ini, perselisihan antara Iran dan Amerika Serikat masih belum menemukan penyelesaian. Situasi tersebut bahkan berdampak terhadap aktivitas pelayaran di Selat Hormuz.
Ketegangan yang meningkat hampir membuat lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz terhenti. Padahal, jalur perairan tersebut menjadi salah satu rute penting bagi distribusi minyak, produk minyak bumi, dan gas alam cair (LNG) ke berbagai negara di dunia.
Terganggunya aktivitas pelayaran di jalur strategis itu kemudian turut mendorong kenaikan harga bahan bakar di berbagai negara.
(Sumber: Antara)
Arsip foto - Kapal-kapal komersial dan tanker minyak yang bersiap melintasi Selat Hormuz - salah satu jalur perairan strategis paling krusial bagi arus perdagangan global - masih menunggu di Teluk Oman pada 17 Juni 2026 (Antara)