Karhutla Kembali Melanda Kawasan Gunung Bromo, Petugas Berjibaku Memadamkan Api

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Sep 2026, 17:50
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Petugas gabungan padamkan karhutla di kawasan Gunung Bromo dengan alat gepyok pada Jumat, 11 September 2026. Petugas gabungan padamkan karhutla di kawasan Gunung Bromo dengan alat gepyok pada Jumat, 11 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Probolinggo, Jawa Timur - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda kawasan Gunung Bromo yang berada di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Petugas gabungan masih berupaya memadamkan api yang terus menjalar.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Probolinggo Oemar Sjarif mengatakan kebakaran terjadi di Blok Penggol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura. Api mulai muncul pada Kamis, 10 September 2026 sore dan hingga Jumat, 11 September 2026 masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan.

"Kebakaran terjadi di Blok Penggol, Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura sejak Kamis, 10 September 2026 sore hingga hari ini belum berhasil dipadamkan," kata Oemar saat dihubungi melalui telepon seluler di Probolinggo, Jumat, 11 September 2026.

Upaya pemadaman melibatkan petugas TNBTS, BPBD, TNI-Polri, serta relawan. Mereka melakukan penanganan secara manual menggunakan peralatan yang tersedia, meski kondisi medan menjadi salah satu hambatan utama.

Baca JugaBNPB: Jepang Kirim 3 Helikopter Bantu Padamkan Karhutla, Bertugas 21 Hari

"Petugas gabungan mengalami kendala, karena area yang terbakar berada di tebing yang curam, sehingga tidak bisa dijangkau dan angin yang cukup kencang menyebabkan titik api lebih cepat menjalar ke area lain," tuturnya.

Untuk mencegah api meluas, petugas membuat sekat bakar pada kawasan yang masih belum terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk membatasi pergerakan api, terutama karena hembusan angin membuat api mudah menyambar ilalang yang kering.

"Petugas lakukan penyekatan, namun angin cukup kencang memudahkan titik api menjalar ke ilalang kering dan penyekatan dilakukan agar api tidak menjalar ke tempat yang lain," katanya.

Selain penanganan dari darat, pemadaman juga dibantu helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur. Penggunaan helikopter dilakukan karena sebagian titik api berada di kawasan tebing yang sulit dijangkau petugas melalui jalur darat. Namun, operasi udara terkadang terkendala kabut yang turun di kawasan TNBTS.

Baca JugaBNPB: Pemadaman Karhutla di 6 Provinsi Prioritas Terus Dikebut, Terutama Kalbar dan Sumsel

"Kami berharap mudah-mudahan cuaca cerah dan pemadaman bisa dioptimalkan, baik secara manual saat medan bisa dilalui petugas maupun dengan helikopter water bombing ketika medan tidak.bisa dijangkau," ujarnya.

Berdasarkan informasi dari lapangan, kebakaran di kawasan Bukit Penggol terus meluas hingga mengarah ke lembah Watangan yang dikenal masyarakat sebagai Bukit Teletubies. Kondisi tersebut membuat petugas harus meningkatkan upaya agar api tidak semakin menyebar.

Sebagai langkah penanganan, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup sementara sebagian akses wisata Gunung Bromo melalui pintu masuk Jemplang, Malang. Penutupan tersebut diberlakukan sejak Kamis, 10 September 2026 akibat kebakaran hutan dan lahan.

(Sumber: Antara)

x|close