Ntvnews.id, Batam - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menilai pertumbuhan Kota Batam, Kepulauan Riau, perlu berjalan beriringan dengan pembenahan infrastruktur serta pelayanan publik dasar. Sejumlah sektor yang menjadi perhatian antara lain ketersediaan air bersih, kondisi jalan, transportasi umum, dan pengelolaan sampah.
“Saya lihat tantangan Kota Batam ini adalah bagaimana perkembangan kota ini diimbangi dengan pembangunan infrastruktur dan pelayanan publik yang mendasar. Air bersih penting, jalan-jalan yang memadai juga penting,” kata Bima Arya di Batam, Jumat, 11 September 2026.
Menurut Bima, pesatnya perkembangan Batam harus dibarengi dengan perencanaan pembangunan yang mampu memperkirakan kebutuhan masyarakat pada masa mendatang. Infrastruktur, kata dia, perlu dipersiapkan agar pertumbuhan kota tidak menimbulkan persoalan baru.
“Pembangunan itu harus disesuaikan dengan infrastruktur dan pelayanan publik. Akhir-akhir ini saya di Batam dan beberapa sudut tertentu mengalami kemacetan. Saya pikir apakah memang karena ada pembangunan jalan atau memang kondisinya seperti ini,” ujarnya.
Baca Juga: 26 Pemda Papua Belum Cairkan Dana Otsus Tahap II, Wamendagri Ribka Tagih Komitmen
Bima juga menekankan pentingnya penguatan sistem transportasi publik di Batam. Ia mengatakan aspek transportasi sebaiknya sudah menjadi bagian dari perencanaan sejak awal agar perkembangan kota tetap dapat diimbangi dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.
Ia kemudian membandingkan kondisi tersebut dengan Jakarta yang saat ini memiliki jaringan transportasi umum yang semakin terintegrasi, seperti MRT, LRT, dan TransJakarta.
“Sekarang lebih nyaman naik transportasi publik kemana-mana yang terintegrasi. Batam jangan sampai terlambat,” katanya.
Selain persoalan infrastruktur, Wamendagri menyebut ketersediaan air bersih, pengelolaan sampah, transportasi umum, serta tingginya laju migrasi sebagai sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi pemerintah.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian (kanan) berbincang dengan Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto (kiri) sebelum mengikuti rapat kerja bersama Komisi II DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026). Rapat tersebut membahas (Antara)
Baca Juga: Wamendagri Wiyagus Dorong Mahasiswa Jadi Garda Terdepan Penanganan TBC di Tingkat Desa
“Kalau itu bisa dijawab dan dimitigasi, maka Kota Batam akan menjadi salah satu kota termaju di Indonesia,” katanya.
Di tengah proses pengembangan sebagai kota metropolitan, Bima mengingatkan agar Batam tidak kehilangan karakter dan identitas daerah. Menurutnya, nilai-nilai budaya Melayu perlu tetap menjadi bagian penting dalam perkembangan kota.
“Jangan sampai kota Batam ini berkembang menjadi kota metropolitan tanpa identitas. Kultur Melayu, adat Melayu ini harus dimuliakan di sini dan selaras dengan desain tata kota di Batam,” ujarnya.
Sementara itu, Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyampaikan bahwa pemerintah daerah turut memberikan perhatian terhadap persoalan sampah dan air bersih. Ia mengatakan pengelolaan sampah di Batam telah mengalami perkembangan, sedangkan persoalan penyediaan air bersih masih membutuhkan solusi yang tepat.
“Pipa-pipa kita usianya sudah 50 tahun. Ini bersinggungan dengan pembangunan infrastruktur. Tapi kami kira ini tidak ada masalah, justru ini menjadi momentum untuk peremajaan,” kata Amsakar.
Ia menjelaskan, peremajaan jaringan perpipaan akan dilakukan bersamaan dengan pengembangan dan pengelolaan waduk. Langkah tersebut diharapkan dapat mendukung penguatan layanan air bersih bagi masyarakat di Kota Batam.
(Sumber: Antara)
Wamendagri Bima Arya Sugiarto (kiri) didampingi oleh Wali Kota Batam Amsakar Achmad (kedua kiri) di Batam, Kepri (Antara)