Prabowo Terima Menteri Investasi, Dorong Percepatan Hilirisasi di 13 Lokasi di Tanah Air

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Apr 2026, 18:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, di kediamannya di kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga CEO Danantara, Rosan Roeslani, di kediamannya di kawasan Hambalang, Bogor, Jawa Barat (Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani di kediaman pribadinya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 24 April 2026.

Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa pertemuan tersebut membahas terkait perkembangan pembangunan program hilirisasi di 13 lokasi di berbagai wilayah di Tanah Air.

“Perkembangan program hilirisasi yang berikutnya akan dibangun segera pada 13 lokasi di Indonesia,” ujar Seskab Teddy.

Selain itu, Seskab Teddy juga menjelaskan bahwa dalam pertemuan tersebut turut dibahas terkait sejumlah investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia.

“Beberapa investor yang akan berinvestasi di Indonesia terutama dalam bidang Waste to Energi, Sumber Daya Mineral serta Industri Agricultural, Padat Karya dan Garmen,” imbuh Seskab Teddy dalam keterangannya.

Baca Juga: Restoran di Kawasan Nusa Dua Kebakaran, Rugi Rp5 Miliar

Lebih lanjut Seskab Teddy menjelaskan bahwa Kepala Negara dalam arahannya menegaskan program hilirisasi tidak hanya berfokus pada sektor energi dan mineral. Presiden Prabowo memerintahkan program hilirasasi juga harus diperluas ke sektor pertanian dan perikanan.

“Presiden Prabowo menginginkan bahwa hilirisasi tidak hanya di bidang energi dan mineral tetapi juga harus diperluas di bidang pertanian dan perikanan,” ujar Seskab Teddy.

Langkah ini menegaskan arah besar kebijakan pemerintah yaitu membangun ekonomi berbasis nilai tambah, memperluas lapangan kerja, serta memperkuat daya saing nasional dari hulu hingga hilir.

Dengan dorongan kuat dari pemerintah dan dukungan investasi yang terus mengalir, hilirisasi kian menjadi motor utama menuju Indonesia maju dan berdaulat secara ekonomi serta tangguh di panggung global.

x|close