Tinjau Rintisan SR dengan Seskab Teddy, Mensos: Arahan Presiden Ditambah Sekolah Rakyat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Apr 2026, 21:39
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung salah satu titik rintisan Sekolah Rakyat (SR) Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung salah satu titik rintisan Sekolah Rakyat (SR) (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meninjau langsung salah satu titik rintisan Sekolah Rakyat (SR) di STIA LAN Pejompongan, Jakarta, Rabu, 22 April 2026. Ia menegaskan komitmen pemerintah memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang belum atau putus sekolah.

"Alhamdulillah saya memang sengaja untuk memohon kesetiaan Pak Teddy untuk bisa meninjau secara langsung salah satu titik sekolah rakyat rintisan untuk Jakarta dan sekitarnya. Sesuai arahan Presiden ya kita akan menambah di beberapa titik. Sampai hari ini yang dinyatakan layak oleh PU (Pekerjaan Umum) ada 10 titik tambahan sekolah rakyat rintisan,” ujar Gus Ipul.

Ia menjelaskan bahwa sekolah rakyat rintisan ini ke depan akan dilengkapi dengan gedung permanen. Salah satu lokasi yang digunakan saat ini adalah lingkungan kantor Lembaga Administrasi Negara.

"Jadi ini sekolah rakyat rintisan yang insyaallah nanti pada saatnya akan dibangun gedung permanen. Nah salah satu titiknya adalah di lingkungan kantor lembaga administrasi negara dibawah pimpinan Pak Taufik. Terima kasih sekali beliau dalam rangka mendukung penyelenggaraan sekolah rakyat menyediakan sebagian gedung-gedungnya yang insyaallah bisa menampung sekitar 100 siswa sekolah rakyat,” katanya.

Baca Juga: Perencanaan Keuangan Ala Morgan Oey

Dalam upaya memperluas jangkauan, Kementerian Sosial bekerja sama dengan berbagai kementerian dan lembaga untuk memanfaatkan fasilitas yang ada.

"Nah tentu dalam rangka penambahan itu kami bekerja sama dengan sejumlah lembaga dan kementerian. Disamping dengan lembaga administrasi negara kami juga bekerja sama dengan kementerian perhubungan untuk memanfaatkan gedung-gedung sekolah milik kementerian perhubungan seperti sekolah tinggi ilmu pelayaran, kemudian juga ada sekolah transportasi darat, juga dicuruk ada penerbangan dan beberapa lagi dengan kementerian pertanian dan juga dengan BNN. Gedung-gedung yang memungkinkan untuk sekolah rakyat rintisan kita pergunakan dan insyaallah dari 10 titik yang sudah dinyatakan layak oleh kementerian BNN itu bisa menampung tidak kurang dari 1000 siswa untuk Jakarta dan sekitarnya,” jelasnya.

Gus Ipul menekankan bahwa tidak ada sistem pendaftaran dalam program ini, melainkan penjangkauan langsung kepada calon siswa.

"Tadi ada perwakilan calon siswa, ada 2 jalur dalam rangka untuk melakukan penjangkauan jadi tidak ada pembukaan pendaftaran yang ada dalam penjangkauan, ada 2 jalur. Jalur yang pertama adalah jalur yang berada di dalam DTSEN, ada di dalam DTSEN kemudian didatangi rumahnya, dicocokkan apakah sesuai data dengan kenyataan di lapangan, setelah itu yang kedua kemudian bertemu dengan orang tuanya, kalau orang tuanya setuju tentu akan kita tindaklanjuti untuk menjadi calon siswa sekolah rakyat,” ujarnya.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung salah satu titik rintisan Sekolah Rakyat (SR)p <b>(NTVnews)</b> Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meninjau langsung salah satu titik rintisan Sekolah Rakyat (SR)p (NTVnews)

Ia menambahkan, jalur kedua dilakukan secara proaktif dengan mendatangi lokasi-lokasi di mana terdapat anak-anak usia sekolah yang tidak bersekolah.

"Jalur kedua adalah penjangkauan yang lewat kegiatan langkah-langkah proaktif, misalnya kita mendatangi titik-titik tertentu yang kita lihat itu sebagai tempat dimana ada anak-anak yang semestinya sekolah tapi tidak sekolah, seperti di perempatan-perempatan atau di pasar-pasar atau di tempat tertentu yang kita mencoba menemukan anak-anak yang usia sekolah tapi dia tidak mengikuti proses belajar-mengajar,” lanjutnya.

Program ini merupakan bagian dari arahan Presiden untuk memastikan seluruh anak Indonesia mendapatkan akses pendidikan.

"Kira-kira seperti itu teman-teman sekalian dan sekali lagi ini adalah bagian dari atensi Bapak Presiden Prabowo agar anak-anak yang putus sekolah, belum sekolah, tidak sekolah, berpotensi putus sekolah bisa dijangkau lewat sekolah rakyat ini,” pungkasnya.

x|close