Cek Fakta: Klaim BGN Pesan 700 Juta Telur dari China untuk Program MBG, Hoaks!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Jun 2026, 13:05
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Petugas menyiapkan telur rebus untuk paket Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pontianak Selatan di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (23/2/2026). SPPG Pontianak Selatan mendistribusikan paket MBG sebanyak dua kali seminggu selama bulan Ramadhan kepada 2.556 penerima manfaat di enam sekolah tingkat PAUD, SD, SMP, dan SMA serta satu posyandu di wilayah sekitar dengan menu berupa telur rebus, lauk pauk setengah matang (diungkep), kurma, dan buah. (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU.) Petugas menyiapkan telur rebus untuk paket Makan Bergizi Gratis (MBG) Ramadhan di Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pontianak Selatan di Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (23/2/2026). SPPG Pontianak Selatan mendistribusikan paket MBG sebanyak dua kali seminggu selama bulan Ramadhan kepada 2.556 penerima manfaat di enam sekolah tingkat PAUD, SD, SMP, dan SMA serta satu posyandu di wilayah sekitar dengan menu berupa telur rebus, lauk pauk setengah matang (diungkep), kurma, dan buah. (ANTARA FOTO/Jessica Wuysang/YU.) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Informasi yang beredar di media sosial Facebook mengenai Badan Gizi Nasional (BGN) yang disebut memesan 700 juta butir telur dari China untuk kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan tidak benar atau hoaks.

Narasi tersebut muncul dalam unggahan seorang pengguna Facebook yang mengklaim bahwa ratusan juta telur dari China akan digunakan untuk mendukung pelaksanaan program MBG dan pembiayaannya berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Unggahan itu juga menyertakan foto pertemuan yang menampilkan Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie, bersama sejumlah pihak di sebuah ruang rapat.

Baca Juga: Hari Ini Prabowo Dijadwalkan Lantik Nanik Sudaryati Deyang sebagai Kepala BGN

Dalam unggahan tersebut tertulis narasi:

"MBG Pesan 700Juta Butir telur China Menggunakan APBN, Dan Zulkifli Usulkan PAJAK RAKYAT HARUS NAIK..?? Gimana Tanggapan Kalian Gaes ....??"

Berdasarkan hasil verifikasi ANTARA, tidak ditemukan data maupun informasi resmi yang mendukung klaim bahwa BGN melakukan pemesanan 700 juta butir telur dari China untuk program MBG. Informasi tersebut merupakan interpretasi keliru terhadap sebuah pemberitaan yang beredar sebelumnya.

Faktanya, foto yang digunakan dalam unggahan tersebut berasal dari pemberitaan media IDX Channel berjudul "MBG Butuh 700 Juta Telur per Tahun, KADIN Gaet Pengusaha China Bangun Industri Unggas" yang dipublikasikan pada 21 April 2026. Berita tersebut membahas kebutuhan telur untuk program MBG dan upaya Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggandeng investor China guna membangun industri perunggasan di Indonesia, bukan impor telur dari China.

Baca Juga: Hari Ini Prabowo Lantik Kepala BGN Nanik Deyang, Said Iqbal Juga?

Selain itu, ketentuan mengenai penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis juga telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025. Pada Pasal 38 ayat (1) disebutkan bahwa program tersebut memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri serta mewajibkan keterlibatan usaha mikro, kecil, koperasi, dan masyarakat setempat dalam rantai penyediaannya.

Dengan demikian, klaim yang menyebut BGN memesan 700 juta butir telur dari China menggunakan dana APBN untuk program MBG tidak didukung fakta dan merupakan informasi yang menyesatkan.

Klaim: BGN memesan 700 juta telur dari China untuk program MBG menggunakan APBN

Status: HOAKS

Tangkapan layar konten media sosial berisi narasi yang menyatakan bahwa BGN pesan 700 juta telur dari China untuk MBG (Facebook) <b>(Antara)</b> Tangkapan layar konten media sosial berisi narasi yang menyatakan bahwa BGN pesan 700 juta telur dari China untuk MBG (Facebook) (Antara)

(Sumber: Antara)

 

x|close