Infografik: BGN Benahi Tata Kelola MBG untuk Tingkatkan Ketepatan Sasaran dan Efektivitas Program

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Jun 2026, 08:43
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak membenahi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui serangkaian langkah guna menutup celah kebocoran anggaran sekaligus memastikan program lebih tepat sasaran. Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak membenahi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui serangkaian langkah guna menutup celah kebocoran anggaran sekaligus memastikan program lebih tepat sasaran. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan serangkaian langkah pembenahan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memastikan pelaksanaan program berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Upaya tersebut dilakukan untuk menutup berbagai celah kebocoran anggaran sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat penerima manfaat.

Dalam proses pembenahan tersebut, BGN menerapkan tujuh langkah strategis. Di antaranya adalah moratorium sementara pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), evaluasi penerima manfaat agar lebih terfokus pada kelompok prioritas, serta penguatan pembinaan dan standardisasi SPPG. Selain itu, BGN juga mengoptimalkan SPPG yang telah beroperasi, menata pemerataan layanan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), membuka peluang kolaborasi dengan BUMN dan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), serta memperkuat sistem pengendalian internal dan integrasi data.

Baca Juga: Realisasi Anggaran MBG Tembus Rp88,15 Triliun, Jangkau Lebih dari 63 Juta Penerima

Langkah-langkah tersebut diarahkan untuk memastikan program MBG memberikan manfaat yang maksimal bagi masyarakat. BGN juga menargetkan agar bantuan gizi dapat diterima oleh kelompok yang benar-benar membutuhkan, sekaligus menjaga keberlanjutan program dalam jangka panjang. Selain itu, pembenahan tata kelola diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pelaksanaan MBG di seluruh wilayah Indonesia.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan per 5 Juni 2026, program MBG telah menjangkau 63,13 juta penerima manfaat dengan dukungan 29.679 unit SPPG yang tersebar di berbagai daerah. Sementara itu, realisasi anggaran program telah mencapai Rp88,15 triliun atau sekitar 26,3 persen dari total alokasi anggaran MBG tahun 2026 yang sebesar Rp268 triliun.

Baca Juga: Purbaya Ungkap Anggaran MBG Terserap Rp88,15 Triliun hingga Mei 2026

Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S. Deyang, menegaskan bahwa fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan program MBG berjalan secara optimal. Menurutnya, penataan pelaksanaan program diperlukan agar manfaat yang diberikan kepada masyarakat semakin besar dan kualitas layanan dapat terus ditingkatkan. Upaya pembenahan tersebut juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah untuk memperkuat tata kelola program prioritas nasional yang menyasar peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Berikut Infografiknya: 

Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak membenahi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui serangkaian langkah guna menutup celah kebocoran anggaran sekaligus memastikan program lebih tepat sasaran. <b>(Antara)</b> Badan Gizi Nasional (BGN) bergerak membenahi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui serangkaian langkah guna menutup celah kebocoran anggaran sekaligus memastikan program lebih tepat sasaran. (Antara)

(Sumber: Antara)

x|close