Ntvnews.id, Jakarta - Mantan Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sony Sonjaya, menyatakan kesiapannya untuk berstatus sebagai Justice Collaborator (JC) dalam perkara dugaan korupsi terkait Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Status tersebut diajukan dalam rangka memberikan kerja sama penuh kepada penyidik Jampidsus Kejaksaan Agung (Kejagung) setelah dirinya menjalani pemeriksaan.
Kuasa hukum Sony, Krisna Murti, menegaskan bahwa langkah kliennya tersebut merupakan bentuk komitmen untuk mengungkap perkara ini secara terbuka. Ia juga menyebut keputusan menjadi JC sekaligus menepis anggapan bahwa Sony merupakan pihak yang disebut-sebut sebagai otak dalam praktik jual beli titik SPPG untuk program Makan Bergizi Gratis (BGN).
“Pak Sony menyatakan siap menjadi Justice Collaborator. Tekad ini sudah dituangkan dalam BAP di Kejaksaan,” ujarnya saat dihubungi, Kamis (4/6/2026).
Baca Juga: Masuk Grup Neraka di ACC 2026/2027, Ini Kata CEO Persib Bandung
Lebih lanjut, pihak Sony menyatakan bahwa pengajuan status Justice Collaborator akan segera diajukan secara resmi kepada Kejagung. Langkah tersebut diharapkan dapat memperjelas konstruksi perkara serta membuka seluruh pihak yang diduga terlibat dalam praktik yang tengah disidik.
Dalam penjelasannya, Krisna Murti juga mengungkapkan bahwa Sony siap memberikan keterangan terkait pihak-pihak yang diduga memiliki keterlibatan dalam perkara tersebut. Meski demikian, ia belum mengungkapkan identitas para pihak yang dimaksud dan menegaskan bahwa informasi tersebut akan dibuka pada proses persidangan.
“Menurut klien saya yang jelas melibatkan tokoh-tokoh dari kalangan eksekutif dan legislatif. Klien saya siap buka semuanya. Pada waktunya nama-nama tokoh yang terlibat akan kita buka di pengadilan. Ini adalah itikad baik dari Pak Sony agar kasusnya transparan,” ujarnya.
Di sisi lain, Kejaksaan Agung dalam perkara dugaan korupsi SPPG ini telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, serta dua mantan Wakil Kepala BGN, yakni Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.
Mantan Wakil Kepala BGN Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya. (Nusantara TV)