Sudaryono Bersih-bersih BGN: Pecat 261 Pegawai Non-ASN, dan 37 Tenaga Ahli

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Jul 2026, 16:52
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta Kepala BGN Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Sudaryono, mengambil langkah drastis dalam upaya bersih-bersih internal lembaga.

Per Senin 27 Juli 2026, BGN resmi membekukan operasional 833 dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan memberhentikan 261 pegawai non-ASN karena dinilai melakukan pelanggaran berat.

Penangguhan operasional dapur ini berlaku serentak di tiga wilayah besar di Indonesia. Sudaryono menegaskan bahwa dapur yang dibekukan tidak akan lagi menerima pembayaran dari pemerintah terhitung sejak pengumuman tersebut dikeluarkan.

Berdasarkan data yang diungkapkan, wilayah III yang mencakup Indonesia Timur dan sebagian Kalimantan menjadi wilayah dengan jumlah penangguhan terbanyak. Berikut rinciannya:

• Wilayah I (Sumatra): 98 dapur.

• Wilayah II (Jawa dan Madura): 311 dapur.

• Wilayah III (Kalimantan, Sulawesi, NTT, Bali, Maluku, dan Papua): 424 dapur.

• Total Keseluruhan: 833 dapur.

"Kami telah menemukan ada 833 dapur yang kami suspend per hari ini. Dapur yang di-suspend secara permanen ini berbeda dengan mekanisme sebelumnya. Kalau dulu mungkin masih dibayar, sekarang kalau sudah suspend, tutup dan tidak dibayar. Ini betul-betul hukuman karena pelanggaran," tegas Sudaryono dalam keterangannya.

Penyebab utama pembekuan ratusan dapur ini berkaitan erat dengan standar keamanan pangan. Sudaryono mengungkapkan adanya temuan pelanggaran berat terkait higienitas, sanitasi, hingga kasus keracunan makanan.

Beberapa poin yang menjadi alasan penutupan antara lain:

1. Kualitas makanan yang tidak sesuai standar gizi.

2. Masalah sanitasi dan kebersihan area produksi.

3. Ketidaktersediaan atau buruknya sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

4. Ditemukannya kasus keracunan makanan di beberapa titik.

BGN menyatakan telah memberikan kesempatan bagi pengelola dapur untuk melakukan perbaikan dalam tenggat waktu tertentu. Namun, bagi mereka yang tetap tidak mampu memenuhi persyaratan, sanksi pembekuan permanen langsung dijatuhkan.

Selain penindakan terhadap mitra dapur, BGN juga melakukan perombakan besar di sisi sumber daya manusia. Sudaryono mengumumkan pemecatan terhadap 261 pegawai non-ASN yang diduga melakukan pelanggaran disiplin berdasarkan hasil penyelidikan internal.

"Per hari ini kami telah memberhentikan 261 pegawai non-ASN, yang terdiri dari 224 pegawai non-ASN umum dan 37 tenaga ahli," ungkapnya.

Ketegasan BGN tidak berhenti pada pegawai kontrak. Sudaryono menyebutkan sejumlah ASN (Aparatur Sipil Negara) dan PPPK juga masuk dalam radar sanksi. Saat ini, terdapat 9 orang yang sedang diproses pemecatannya karena pelanggaran disiplin berat. 

Sementara itu, 39 pegawai lainnya dijatuhi sanksi disiplin ringan berupa mutasi, demosi, hingga peringatan tertulis sebagai bentuk pembinaan.

Langkah tegas ini diambil BGN untuk memastikan keberlanjutan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan sesuai standar demi kesehatan masyarakat, sekaligus menjaga integritas lembaga dari praktik-praktik yang merugikan negara.

x|close