Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono meminta seluruh petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) melaksanakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan mengedepankan tanggung jawab, kepedulian, serta hati nurani dalam memberikan pelayanan kepada seluruh penerima manfaat.
Saat melakukan inspeksi mendadak di Bogor, Jawa Barat, Jumat, 24 Juli 2026, Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar menegaskan bahwa Program MBG merupakan amanah besar untuk memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, terutama anak-anak, ibu hamil, ibu menyusui, serta kelompok penerima manfaat lainnya. Karena itu, setiap petugas SPPG memiliki tanggung jawab memastikan makanan yang disajikan memenuhi standar, aman dikonsumsi, dan berkualitas.
"Jadi memang tadi pesan saya kepada semua kepala-kepala SPPG, pengawas gizi maupun akuntan dan semua petugas di dapur, ya kita kerja pakai hati. Bekerja bukan hanya kerja nyari duit, yang penting kasih makan, bukan! tapi benar-benar dilihat," ujar Sudaryono.
Ia menilai keberhasilan Program MBG tidak hanya bergantung pada kepatuhan terhadap standar operasional, tetapi juga pada komitmen seluruh petugas dalam memastikan makanan yang diberikan benar-benar layak, aman, serta memiliki kandungan gizi yang baik.
Baca juga: Kepala BGN Siap Tutup Dapur MBG yang Tidak Penuhi Standar
Lebih lanjut, Sudaryono menjelaskan bahwa seluruh standar operasional prosedur (SOP), petunjuk pelaksanaan (juklak), dan petunjuk teknis (juknis) tetap menjadi acuan utama dalam penyelenggaraan program. Namun, ia menekankan pentingnya penggunaan akal sehat dan kepedulian dalam menilai kualitas makanan sebelum disajikan.
"Jadi, juklak-juknis SOP tetap dilaksanakan, tetapi lebih dari itu, kita lihat pakai common sense, pakai hati, dengan akal sehat yang baik," katanya.
Sudaryono juga meminta para kepala SPPG segera menyampaikan setiap kekurangan yang ditemukan kepada mitra maupun yayasan agar kualitas layanan dapat terus ditingkatkan.
Menurutnya, keberhasilan operasional setiap SPPG merupakan hasil kerja bersama seluruh petugas yang layak mendapat apresiasi. Sebaliknya, jika ditemukan kekurangan dalam pelaksanaan, BGN akan melakukan pembinaan dan evaluasi sebagai bagian dari upaya perbaikan secara berkelanjutan.
(Sumber: Antara)
Kepala BGN Sudaryono (kiri, paling belakang) saat inspeksi mendadak di SPPG Bogor, Jawa Barat, pada Jumat, 24 Juli 2026 (Antara)