Sudaryono Tegaskan Tata Kelola Program MBG Harus Transparan, Tolak Rapat Tertutup

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Jul 2026, 09:55
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Adiantoro
Editor
Bagikan
Kepala BGN Sudaryono bertemu media di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Juli 2026 usai dilantik Presiden Prabowo Subianto. Kepala BGN Sudaryono bertemu media di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Juli 2026 usai dilantik Presiden Prabowo Subianto. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke depan harus dilakukan secara terbuka. Ia memastikan tidak ada lagi rapat-rapat yang digelar secara tertutup maupun diam-diam dalam pengelolaan program prioritas nasional tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Sudaryono usai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala BGN di Jakarta Pusat.

"Tadi saya bilang juga, kalau orang itu misalnya bisik-bisik, rapat-rapat rahasia, empat mata, ya sudah lah, kita terang-terangan saja. Indonesia cerah, tidak perlu gelap-gelap. Kalau yang gelap-gelap itu biasanya mencurigakan, saya kira itu," katanya di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Juli 2026.

Sudaryono mengatakan seluruh jajaran BGN, mitra kerja, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), hingga masyarakat harus menjalankan Program MBG dengan mengedepankan kepentingan rakyat dan menggunakan akal sehat.

Baca JugaJadi Kepala BGN, Sudaryono: Kami Bukan Superman, Siap Terima Masukan

"Saya punya prinsip tadi, love your people (cintai masyarakat) and use your common sense (gunakan akal sehat). Jadi, kita didasari hati yang baik, mencintai rakyat, mencintai sesama, keluarga, saudara dan gunakan akal sehat," ujar dia.

Ia juga mengajak masyarakat ikut mengawal pelaksanaan MBG dengan menyebarkan informasi yang benar sekaligus menangkal hoaks yang dapat mengganggu tujuan program dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

"Orang itu kemudian mudah sekali membuat sensasi dengan tema MBG, jadi viral, mungkin jadi bangga. Namun, maksud saya se-viral apapun enggak ada masalah, tetapi saya ingin itu kemudian diberitakan atau diunggah kebenaran, kalau ada pelanggaran, pelanggaran itu memang ada kebenaran jangan sampai kita kemudian ada hoaks, ada fitnah," tuturnya.

Dalam kesempatan yang sama, Sudaryono kembali menegaskan dirinya maupun anggota keluarganya tidak memiliki dapur MBG maupun Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Pernyataan tersebut disampaikan untuk memastikan tidak ada konflik kepentingan dalam pelaksanaan program.

Baca JugaKepala BGN: Kalau Ada yang Ngaku-ngaku Orang Saya Tawarin Proyek MBG Itu Gak Benar

Ia juga menegaskan komitmennya untuk tidak memberi ruang terhadap praktik korupsi maupun penyimpangan dalam pengelolaan Program MBG.

"Gak ada, gak ada, gak ada, dan saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur (MBG, red.), tidak ada keluarga saya yang punya dapur, dan punya SPPG," kata Sudaryono.

Menurutnya, Program MBG merupakan program strategis nasional dengan anggaran besar dan cakupan yang luas. Karena itu, seluruh proses pelaksanaannya harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

(Sumber: Antara)

x|close