Kepala BGN Siap Tutup Dapur MBG yang Tidak Penuhi Standar

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jul 2026, 12:41
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono sidak ke SDN Bantarjati 9, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 24 Juli 2026 Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono sidak ke SDN Bantarjati 9, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 24 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Bogor – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan dapur penyedia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak mampu memenuhi standar akan ditutup apabila tetap tidak melakukan perbaikan setelah diberikan kesempatan untuk berbenah.

Penegasan tersebut disampaikan Sudaryono saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pelaksanaan Program MBG di SDN Bantarjati 9, Kota Bogor, Jawa Barat, Jumat, 24 Juli 2026. Sidak dilakukan tanpa pemberitahuan sebagai bentuk pengawasan langsung pada hari ketiganya menjabat sebagai Kepala BGN.

"Kita sisir mana yang memang kurang, kita suruh perbaiki segera. Kalau enggak bisa disuruh perbaiki, enggak bisa, kita tutup. Jadi kita juga tegas, tapi di sisi lain kita juga apresiasi terhadap upaya yang telah dilakukan kawan-kawan semuanya," kata Sudaryono.

Menurutnya, sidak dilakukan untuk memastikan pelaksanaan Program MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menerima masukan dari pihak sekolah, pengelola dapur, hingga masyarakat.

Baca juga: Kepala BGN Sudaryono Prioritaskan Pembenahan Standar Bahan Baku Program MBG

Evaluasi yang dilakukan, lanjut Sudaryono, tidak hanya mencakup aspek kebersihan dapur, tetapi juga kualitas menu, penyajian makanan, hingga tingkat penerimaan siswa terhadap makanan yang disediakan.

"Apakah itu dari sisi dapurnya, dari sisi menunya, dari sisi kesukaan anak-anaknya, sejauh ini pantauan oke. Kita mendengarkan saran, masukan, dan kritik," ujarnya.

Ia menambahkan BGN akan memperkuat edukasi gizi di sekolah melalui penambahan materi kepada para siswa. Edukasi tersebut meliputi pentingnya mencuci tangan sebelum makan, mengenal kandungan gizi makanan, hingga membiasakan konsumsi sayuran sejak usia dini.

Sudaryono menegaskan Program MBG bukan sekadar memberikan makanan gratis, tetapi juga bertujuan membangun kebiasaan mengonsumsi pangan bergizi sejak dini.

Baca juga: Sudaryono: Ada Dewan Pengawas BGN Lebih Baik

"Ini bukan makan enak gratis, bukan makan yang disukai gratis, tetapi makan bergizi gratis yang diusahakan enak dan porsinya sesuai," katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa saat ini sekitar 27 ribu dapur MBG telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia. Sebagian besar telah menjalankan tugasnya dengan baik. Ke depan, BGN akan terus meningkatkan pengawasan sekaligus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, dinas kesehatan, dan dinas pendidikan agar pelaksanaan program semakin optimal.

Sementara itu, Kepala SDN Bantarjati 9 Kota Bogor, Sugiartini, mengatakan Program MBG telah membawa perubahan positif terhadap kebiasaan para siswa di sekolahnya.

"Anak-anak sangat antusias. Yang biasanya tidak sarapan sekarang menjadi sarapan, yang tadinya tidak suka sayur sekarang menjadi suka. Alhamdulillah hampir setiap anak makan MBG dan hampir semuanya habis," katanya.

Sugiartini berharap kunjungan Kepala BGN dapat menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan Program MBG sekaligus meningkatkan perhatian pemerintah terhadap kebutuhan revitalisasi bangunan sekolah.

(Sumber: Antara)

x|close