Indonesia Ekspor 250.000 Ton Pupuk Urea ke Australia, PM Albanese Sampaikan Terima Kasih ke Prabowo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Apr 2026, 06:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden RI Prabowo Subianto menelpon Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk membahas rencana ekspor pupuk urea. ANTARA/Instagram-sekretariat.kabinet Presiden RI Prabowo Subianto menelpon Perdana Menteri Australia Anthony Albanese untuk membahas rencana ekspor pupuk urea. ANTARA/Instagram-sekretariat.kabinet (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Indonesia berkomitmen mengekspor 250.000 ton pupuk urea ke Australia. Presiden RI Prabowo Subianto telah meneken persetujuan ekspor tersebut dan mendapatkan apresiasi langsung dari Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese.

“PM Albanese menyampaikan apresiasi atas persetujuan Bapak Presiden terkait ekspor pupuk urea Indonesia ke Australia sebesar 250.000 ton pada tahap pertama,” kata Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangannya, Rabu, 22 April 2026.

Teddy menuturkan sesuai data Menteri Pertanian, total produksi urea nasional mencapai 7,8 juta ton dan kebutuhan dalam negeri sekitar 6,3 juta ton. Selanjutnya, Indonesia juga akan mengekspor pupuk urea ke India, Filipina, Thailand, dan Brasil dengan komitmen ekspor kurang lebih 1 juta ton.

Albanese, lewat akun media sosial X (Twitter) @albomp, juga menyampaikan terima kasih kepada Prabowo atas bantuan pemerintah Indonesia mengamankan pasokan pupuk untuk Australia. Menurut Albanese, hubungan baik Indonesia dan Australia jadi semakin penting di masa kini.

Baca Juga: 8 Terdakwa Divonis 4 hingga 7,5 Tahun Penjara dalam Kasus Pemerasan Izin TKA

“Hubungan yang kuat di kawasan kita semakin penting dari sebelumnya, dan kita adalah sahabat yang paling erat,” ucapnya.

Lewat sambungan telepon, ia dan Prabowo membahas soal perkembangan situasi global, khususnya konflik di wilayah Timur Tengah dan dampaknya terhadap kawasan. Albanese menegaskan kedua negara berkomitmen untuk memastikan pasokan kebutuhan pokok domestik tetap aman.

“Australia dan Indonesia bekerja sama untuk mendukung kelancaran arus barang-barang kebutuhan pokok, serta memperkuat ketahanan rantai pasokan energi kita untuk masa depan,” kata Albanese.

x|close