Trump Buka Peluang Negosiasi Baru dengan Iran, Pembicaraan Bisa Digelar dalam 3 Hari Lagi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Apr 2026, 09:20
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada pers di Washington DC. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada pers di Washington DC. ANTARA/Anadolu Ajensi/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Donald Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat membuka kemungkinan untuk kembali melakukan negosiasi dengan Iran. Ia bahkan menyebut pembicaraan tersebut bisa terjadi dalam waktu sekitar tiga hari ke depan.

"Itu mungkin!" kata Trump seperti dilansir dari AFP, Kamis, 23 April 2026.

Dalam laporan lain, Trump juga disebut menyampaikan melalui pesan teks kepada Washington Post saat ditanya mengenai sumber di Pakistan yang sebelumnya menjadi mediator putaran awal perundingan. Sumber tersebut menyebutkan bahwa putaran lanjutan kemungkinan akan digelar di Islamabad dalam 36 hingga 72 jam ke depan.

Sebelumnya, Trump mengumumkan perpanjangan gencatan senjata dengan Iran. Namun, ia menegaskan bahwa kebijakan blokade terhadap pelabuhan Iran oleh militer AS tetap diberlakukan.

"Saya telah mengarahkan militer kami untuk melanjutkan blokade dan, dalam segala hal lainnya, tetap siap dan mampu," kata Trump dilansir Al Jazeera, Kakis, 23 April 2026.

Baca Juga: Polisi Bongkar Penjualan Perangkat Phising, Bikin Korban Rugi Rp350 M

Pernyataan tersebut kemudian mendapat respons dari Penasihat Ketua Parlemen Iran, Mahdi Mohammadi, yang menilai langkah sepihak tersebut tidak memiliki arti bagi Teheran.

"Perpanjangan gencatan senjata Trump tidak berarti apa-apa," kata Mohammadi.

Ia juga menilai kebijakan tersebut sebagai strategi Washington untuk menunda waktu sebelum kembali melancarkan serangan ke Iran.

"Perpanjangan gencatan senjata Trump jelas merupakan taktik untuk mengulur waktu demi serangan mendadak. Saatnya bagi Iran untuk mengambil inisiatif telah tiba," katanya.

x|close