Ntvnews.id, Jakarta - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengimbau masyarakat di wilayah pesisir lima provinsi, yakni Sulut, Sulteng, Malut, Gorontalo, dan Kaltim tetap tenang dan mematuhi arahan evakuasi lintas instansi menyusul peringatan tsunami pascagempa 7,7 magnitudo di Laut Sulawesi.
"Hingga saat ini, BNPB terus memperkuat koordinasi sinergis dalam satu komando bersama tim gabungan lintas instansi di daerah, mulai dari BPBD, TNI, Polri, Basarnas, hingga relawan yang bersiaga penuh untuk memandu pergerakan warga," kata Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari di Jakarta, Senin.
Dia menjelaskan bahwa pemerintah daerah di tingkat provinsi, kabupaten, dan kota yang masuk dalam status "Siaga" diinstruksikan segera mengarahkan masyarakat untuk evakuasi secara tertib menuju tempat yang lebih tinggi.
Berdasarkan hasil pemodelan dampak tsunami oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) wilayah berstatus Siaga didominasi oleh Sulawesi Utara dengan estimasi waktu tiba gelombang mulai dari Kepulauan Sangihe pada pukul 06.51 WIB, Kota Manado pukul 07.12 WIB, Minahasa Utara Bagian Utara pukul 07.12 WIB, hingga Bolaang Mongondow Bagian Utara pukul 07.22 WIB.
Status Siaga juga berlaku untuk Gorontalo Bagian Utara dengan estimasi kedatangan gelombang pada pukul 07.26 WIB, diikuti wilayah Sulawesi Tengah yaitu Buol pada pukul 07.27 WIB dan Toli-Toli pukul 07.29 WIB.
Sementara itu, untuk wilayah dengan status "Waspada", BNPB meminta pemerintah daerah mengarahkan warga menjauhi kawasan pantai maupun tepian sungai, serta menghentikan sementara segala aktivitas di perairan.
Wilayah kategori Waspada tersebut meliputi Kepulauan Talaud (estimasi tiba pukul 06.58 WIB), Kota Bitung (07.19 WIB), Halmahera di Maluku Utara (07.29 WIB), Donggala Bagian Utara di Sulawesi Tengah (07.42 WIB), Kutai Timur di Kalimantan Timur (07.44 WIB), hingga wilayah Bulungan (08.05 WIB) dan Nunukan (08.14 WIB).
Sebagaimana perkiraan tersebut, BMKG melaporkan sampai pukul 08.20 WIB, stasiun pemantau mencatat ketinggian tsunami berkisar 9 - 75 sentimeter di sejumlah wilayah, di antaranya Desa Tanjung Sidupa, Boolang Mongondow Utara dan Desa Talengen Kepulauan Sangihe.
"BNPB mengonfirmasi bahwa situasi dan kondisi di lapangan saat ini masih terpantau terkendali," kata Abdul Muhari.
Baca Juga: VIDEO: Gempa Berkekuatan M 7,8 Bikin Guru Murid di Filipina Histeris
ANTARA
Ilustrasi - Seismograph gempa bumi. (ANTARA/Shutterstock/McCarony) (Antara)