Prabowo Sebut Potensi Kebocoran Anggaran Tembus Rp1.000 Triliun

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 24 Jul 2026, 06:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto mengaku bahagia dan terharu dapat menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di JCC, Jakarta Kamis, 23 Juli 2026 malam Prabowo Subianto mengaku bahagia dan terharu dapat menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di JCC, Jakarta Kamis, 23 Juli 2026 malam (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan potensi kebocoran anggaran negara diperkirakan mencapai lebih dari Rp1.000 triliun. Menurutnya, pemerintah saat ini tengah melakukan berbagai langkah untuk menutup celah yang menyebabkan kebocoran tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Kamis, 23 Juli 2026 malam.

Dalam pidatonya, Prabowo mengutip penilaian sejumlah ekonom yang menyebut tingkat efisiensi ekonomi Indonesia masih relatif rendah. Hal itu, kata dia, tercermin dari angka Incremental Capital Output Ratio (ICOR) Indonesia yang berada di level 6,5.

Prabowo menjelaskan ICOR merupakan indikator yang menggambarkan besarnya modal yang harus dikeluarkan untuk menghasilkan tambahan output ekonomi. Semakin tinggi angkanya, menurut dia, semakin rendah tingkat efisiensi suatu negara.

"ICOR, artinya bahasa sononya adalah Incremental Capital Output Ratio. Artinya kalau kita mau nambah kaya 1 dolar atau 1 rupiah, kita harus keluarkan 6,5. Kalau negara lain mereka bisa dapat 1 dolar, mereka hanya keluarkan 4 dolar. Selisih 2 dolar. Dua per enam, sepertiga. Ini artinya 30 persen kekayaan kita bocor," ujarnya.

Prabowo mengatakan apabila angka tersebut dikaitkan dengan nilai anggaran negara yang mencapai sekitar US$270 miliar atau sekitar Rp3.700 triliun, maka potensi kebocoran sebesar 30 persen setara dengan lebih dari Rp1.000 triliun.

"Anggaran negara adalah 270 miliar dolar, Rp3.700 triliun kurang lebih. Jadi kalau 30 persen bocor, artinya lebih Rp1.000 triliun bocor. Ini sedang saya hentikan," katanya.

Baca Juga: Guyon Prabowo: Katanya MBG Singkatan Mas Bahlil Gangteng, Bisa Aja Lo

Menurut Prabowo, pemerintah kini berupaya memperbaiki berbagai sistem yang selama ini membuka peluang terjadinya kebocoran anggaran. Salah satu fokusnya adalah pembenahan mekanisme pengadaan barang dan jasa pemerintah yang dinilai kerap diwarnai praktik penggelembungan harga.

"Saya mau tutup ini akal-akalan dari banyak pihak. Ya kita harus introspeksi. Kita sudah tahu, ibu-ibu, bapak-bapak, walaupun di daerah semua sudah tahu apa yang terjadi. Setiap pembelian dari lembaga pemerintah selama ini pasti harganya digelembungkan. Kadang-kadang digelembungkannya gila-gilaan. Ini sedang kita hentikan," ujarnya.

Prabowo mengklaim langkah efisiensi yang dilakukan pemerintah mulai membuahkan hasil. Dalam beberapa bulan pertama masa pemerintahannya, negara disebut berhasil menghemat anggaran hingga Rp300 triliun.

Dana hasil penghematan tersebut, lanjut Prabowo, dialokasikan untuk mendukung berbagai program prioritas nasional, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembangunan ribuan jembatan, serta percepatan rehabilitasi sekolah.

Prabowo Subianto mengaku bahagia dan terharu dapat menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di JCC, Jakarta Kamis, 23 Juli 2026 malam <b>(NTVnews)</b> Prabowo Subianto mengaku bahagia dan terharu dapat menghadiri Hari Lahir (Harlah) ke-28 PKB di JCC, Jakarta Kamis, 23 Juli 2026 malam (NTVnews)

"Ini yang kita hemat dari beberapa bulan pertama pemerintah yang kita pimpin. Kita bisa hemat Rp300 triliun. Ini yang kita gunakan untuk MBG. Ini yang kita gunakan untuk jembatan tadi yang disebut. Lima ribu jembatan kita bangun sampai Desember 2026," kata Prabowo.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat renovasi sekolah-sekolah yang selama bertahun-tahun belum mendapatkan perbaikan.

"Sekolah-sekolah roboh, roboh. Sampai akhir tahun saya instruksikan 100 ribu sekolah yang sekian belas tahun tidak disentuh," kata Prabowo.

Baca Juga: Prabowo Terharu di Harlah PKB Gegara Usung Arah Baru Ekonomi Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo turut menyinggung pemberitaan sejumlah media yang menurutnya lebih banyak mengangkat kekurangan pemerintah dibandingkan capaian pembangunan yang telah dilakukan.

"Ada juga media-media, walaupun kita sudah perbaiki 27 ribu sekolah, dia cari sekolah yang belum diperbaiki, dia taruh di halaman pertama. Dia kira kita enggak ngerti. Saya enggak sebutlah media mana. Pada saatnya saya sebut. Kalian sudah tahulah," ujarnya.

Meski demikian, Prabowo menegaskan pemerintah tetap menghormati kebebasan pers dan kritik sebagai bagian dari kehidupan demokrasi.

"Kita negara demokrasi. Kita tidak anti kritik. Tapi kita bukan anak kecil. Kita tahu ada orang-orang Indonesia yang senang mengabdi dan berbakti kepada bangsa lain," cetusnya.

x|close