Ntvnews.id, Jakarta - Pertemuan di ruang kerja Menteri Keuangan menyimpan harapan panjang masyarakat pesisir yang selama bertahun-tahun hidup berdampingan dengan Laut Timor.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menerima Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Ferdi Tanoni, untuk membahas salah satu peristiwa lingkungan terbesar yang pernah mengguncang kawasan tersebut, yakni tumpahan minyak Montara pada tahun 2009.
"Pak Ferdi (Tanomi) merupakan teman lama saya. Kami pernah bersama-sama tergabung dalam Satgas Montara sekitar tahun 2018,” ujar Menkeu Purbaya.
"Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk berdiskusi mengenai perkembangan kondisi masyarakat NTT, khususnya mereka yang terdampak kerugian lingkungan dan kerugian ekonomi akibat tumpahan minyak Montara di Laut Timor pada tahun 2009,” Kata Menkeu Purbaya pada kamis, 9 Juli 2026.
Meski telah berlalu lebih dari satu dekade, jejak bencana itu disebut masih terasa bagi masyarakat yang menggantungkan hidup pada laut.
Baca Juga: MA Perberat Hukuman Eks Dirjen Anggaran Kemenkeu Isa Rachmatarwata Jadi 2 Tahun Penjara
Dalam pertemuan tersebut, pembahasan tidak hanya menyentuh persoalan pencemaran lingkungan, tetapi juga kerugian ekonomi yang dirasakan oleh nelayan, petani rumput laut, hingga pelaku usaha kecil di wilayah pesisir Nusa Tenggara Timur.
Tumpahan minyak Montara yang terjadi di Laut Timor pada 2009 menjadi peristiwa yang meninggalkan dampak lintas batas.
Hamparan laut yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat berubah menjadi simbol perjuangan panjang untuk mendapatkan keadilan dan pemulihan.
Hasil tangkapan nelayan menurun, aktivitas budidaya terganggu, sementara sebagian masyarakat harus menghadapi penurunan pendapatan dalam waktu yang tidak singkat.
Ferdi Tanoni dalam pertemuan tersebut menyampaikan berbagai dampak yang menurutnya masih dirasakan masyarakat hingga saat ini.
Baca Juga: Pimpinan KPK Temui Purbaya, Minta Tambahan Anggaran
Yayasan Peduli Timor Barat terus mendorong agar persoalan kerugian lingkungan dan ekonomi akibat insiden tersebut mendapatkan perhatian serius dari pemerintah.
Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pentingnya melihat persoalan lingkungan tidak semata sebagai isu ekologis, tetapi juga sebagai persoalan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
"Kami juga membahas berbagai hal terkait upaya penyelesaian penyaluran hak ganti rugi bagi masyarakat terdampak. Aspirasi masyarakat perlu terus dikawal agar proses penyelesaiannya berjalan dengan baik sesuai ketentuan yang berlaku,” Tambah Menkeu.
Pertemuan tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah bencana lingkungan tidak berhenti ketika tumpahan minyak telah menghilang dari permukaan laut.
Dampaknya dapat bertahan bertahun-tahun, bahkan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui berkurangnya sumber daya alam dan menurunnya kualitas kehidupan masyarakat pesisir.
"Dalam waktu dekat, saya berencana mengunjungi Nusa Tenggara Timur untuk melihat langsung kondisi di lapangan sekaligus mendengarkan masukan dari masyarakat dan para pemangku kepentingan. Semoga ikhtiar bersama ini dapat memberikan kepastian, keadilan, dan manfaat bagi masyarakat yang terdampak,” pungkas Menkeu Purbaya.
Timur. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bertemu Ketua Yayasan Peduli Timor Barat (YPTB), Ferdi Tanoni, untuk membahas kerugian lingkungan dan ekonomi akibat tumpahan minyak Montara yang terjadi di Laut Timor pada 2009.