AS Tuntut Penarikan Pasukan Israel dari Lebanon

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 10 Jul 2026, 10:08
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah (Antara)

Ntvnews.id, Beirut - Amerika Serikat akan mengawasi proses penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang dijadwalkan mulai berlangsung dalam beberapa hari ke depan sebagai bagian dari implementasi kesepakatan kedua negara.

Dilansir dari AFP, Jumat, 10 Juli 2026, seorang pejabat Amerika Serikat mengatakan perundingan lanjutan antara Israel dan Lebanon akan kembali digelar pekan depan setelah Beirut mendesak agar pasukan Israel segera meninggalkan "pilot zone" di Lebanon selatan.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Lebanon, Michel Issa, telah menyampaikan kepada Presiden Lebanon Joseph Aoun bahwa tim militer AS akan segera tiba di Beirut untuk mempersiapkan mekanisme pelaksanaan penarikan pasukan.

"Delegasi militer Amerika akan tiba di Beirut dalam beberapa hari mendatang untuk ... menentukan mekanisme implementasi di lapangan."

Menurut pejabat AS yang enggan disebutkan namanya, proses perundingan kini telah memasuki tahap pelaksanaan di lapangan.

"Pilot zone pertama akan diluncurkan dalam beberapa hari mendatang, dan pilot zone berikutnya sedang dipetakan dan direncanakan," kata pejabat tersebut kepada AFP.

Baca Juga: Hizbullah Terus Lawan Israel, Tolak kesepakatan Lebanon-Israel

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) nantinya akan berkoordinasi dengan pemerintah Israel dan Lebanon dalam pelaksanaan pengamanan di wilayah-wilayah tersebut.

"Kami akan segera memulai pendekatan kepada mitra internasional untuk membantu pemerintah Lebanon secara efektif memulihkan kedaulatan di zona-zona ini dan di seluruh negara mereka secara lebih luas," kata pejabat tersebut.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Lebanon menyepakati kerangka kerja pada 26 Juni yang mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari dua wilayah di Lebanon selatan.

Dalam kesepakatan tersebut, Angkatan Bersenjata Lebanon akan mengambil alih pengamanan wilayah yang ditetapkan sebagai pilot zone.

Pemerintah Lebanon juga akan memperoleh kendali penuh atas kawasan tersebut apabila berhasil melucuti persenjataan kelompok Hizbullah yang selama ini beroperasi di luar kendali negara.

Di sisi lain, Israel menegaskan tidak akan menarik seluruh pasukannya selama Hizbullah masih mempertahankan persenjataannya.

Serangan Israel terhadap salah satu rumah sakit di wilayah Lebanon. (ANTARA/Xinhua) <b>(Antara)</b> Serangan Israel terhadap salah satu rumah sakit di wilayah Lebanon. (ANTARA/Xinhua) (Antara)

Presiden Lebanon Joseph Aoun pun meminta Washington meningkatkan tekanan kepada Israel agar menghentikan operasi militer dan mematuhi seluruh ketentuan dalam kerangka kerja yang telah disepakati.

Aoun dijadwalkan melakukan kunjungan ke Washington pada akhir bulan ini setelah menerima undangan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Sementara itu, perundingan lanjutan antara Israel dan Lebanon akan digelar di Roma, Italia, pada Rabu dan Kamis pekan depan. Menurut pejabat AS, pembahasan tersebut akan berlangsung secara tertutup di tingkat tim teknis, meski sebelumnya pemerintah Italia menyebut pertemuan akan melibatkan para duta besar kedua negara.

x|close