Trump Klaim Jadi Target Pembunuhan Utama Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Jul 2026, 13:46
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, Washington – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim dirinya kemungkinan menjadi target utama Iran untuk dibunuh. Pernyataan tersebut disampaikannya dalam konferensi pers di Ankara pada Rabu, 8 Juli 2026.

"Mereka memiliki para pemimpin, namun mereka telah tiada... Mereka memiliki barisan pemimpin lain. Mereka pun bisa saja tiada. Siapa yang tahu?" ujar Trump. "Saya juga bisa saja tiada, karena saya adalah target nomor satu mereka."

Trump mengaku tidak terlalu mempersoalkan apabila dirinya menjadi sasaran pembunuhan. Menurut dia, risiko tersebut merupakan bagian dari tanggung jawabnya sebagai kepala negara.

Ia juga menyebut peluang dirinya menjadi korban pembunuhan mencapai 5,2 persen.

Baca JugaTrump Sebut AS Bakal Serang Iran Usai Batalkan Nota Kesepahaman Perdamaian

"Kehidupan presiden sangat berbahaya dengan risiko 5,2 persn. Bandingkan dengan pembalap mobil atau penunggang banteng yang risikonya hanya sepersepuluh dari 1 persen. Angka 5,2 persen bagi presiden berarti Anda terancam tidak selamat," ujar Trump.

Trump diketahui telah beberapa kali menjadi target percobaan pembunuhan. Insiden pertama terjadi saat kampanye di Pennsylvania pada Juli 2024 ketika telinganya terkena tembakan.

Percobaan berikutnya terjadi pada September 2024 di klub golf miliknya di Florida. Setelah itu, pada April 2026, penembakan kembali terjadi saat Trump menghadiri jamuan makan malam Asosiasi Koresponden Gedung Putih.

Pelaku dalam kasus tersebut kemudian didakwa atas sejumlah tuduhan, termasuk percobaan pembunuhan terhadap Presiden Amerika Serikat.

Baca JugaTrump Sebut MoU dengan Iran untuk Selesaikan Konflik Sudah Berakhir

Pada Juni 2026, Biro Investigasi Federal (FBI) juga mengungkap adanya rencana penyerangan yang menargetkan acara UFC di Gedung Putih. Departemen Kehakiman Amerika Serikat selanjutnya menetapkan rencana tersebut sebagai upaya pembunuhan terbaru terhadap Trump.

(Sumber: Antara)

x|close