Ntvnews.id, Jakarta - Tim gabungan Polri mengungkap temuan mengejutkan saat menggeledah sebuah rumah mewah di kawasan Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, terkait penyidikan dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang berkaitan dengan perkara PLN batu bara, PT Asabri, hingga Krakatau Steel.
Tak hanya menemukan brankas berisi emas batangan dan uang tunai senilai ratusan miliar rupiah, penyidik juga mengamankan sejumlah foto keluarga yang diduga berkaitan dengan pemilik rumah maupun barang-barang yang tersimpan di dalam brankas tersebut.
Berdasarkan video yang beredar, seorang anggota Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipidkor) Polri terlihat merekam kondisi rumah dari bagian luar hingga ke dalam bangunan. Rekaman itu memperlihatkan sebuah foto keluarga yang terpajang di dalam rumah sebelum petugas menelusuri lantai dua dan sejumlah ruangan, termasuk kamar.
Dalam video yang sama, tampak sejumlah personel Kortas Tipidkor tengah mengamankan koper-koper serta emas batangan yang ditemukan saat proses penggeledahan berlangsung.
Kepala Kortas Tipidkor Polri Irjen Pol Totok Suharyanto menjelaskan penggeledahan dilakukan di sebuah rumah yang berlokasi di kawasan Parahyangan Golf 2 Nomor 2, Bogor, Jawa Barat.
"Ditemukan brankas terkunci, setelah dibuka berisi tujuh koper. Yang pertama 74 kilogram emas batangan. Kemudian 4.767.300 USD. Kemudian 14.083.800 SGD. Kemudian 100 juta rupiah. Estimasi total dalam rupiah senilai Rp 476 miliar," kata Totok kepada wartawan.
Selain emas dan uang tunai dalam berbagai mata uang, polisi turut mengamankan sejumlah dokumen, telepon seluler, hingga foto keluarga yang ditemukan di lokasi.
"Kemudian beberapa foto keluarga yang diduga pemilik rumah dan pemilik barang dalam brankas. Selanjutnya barang bukti akan kita lakukan penyitaan," ungkapnya.
Meski demikian, kepolisian belum mengungkap identitas pemilik rumah tersebut karena masih menjadi bagian dari proses pendalaman penyidikan.
"Itu masih dalam proses pendalaman oleh penyidik," tuturnya.
Baca Juga: Siapa Pemilik Rumah Mewah di Sentul dan Kafe De’Clan yang Simpan Puluhan Kg Emas
Bagian dari Penggeledahan di 12 Lokasi
Penggeledahan rumah mewah di Sentul merupakan salah satu dari 12 lokasi yang digeledah tim gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Polda Metro Jaya pada Rabu (8/7/2026).
Langkah tersebut dilakukan dalam rangka penyidikan sejumlah perkara dugaan korupsi dan TPPU yang mencakup kasus PLN batu bara, PT Asabri, hingga Krakatau Steel.
Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Kombes Pol Victor D. Mackbon menjelaskan laporan pertama berkaitan dengan dugaan korupsi dan/atau pencucian uang yang melibatkan oknum pegawai negeri atau penyelenggara negara dalam penanganan perkara PT Asabri (Persero) dan/atau PT Asuransi Jiwasraya selama periode 2020-2025
Sementara laporan kedua terkait dugaan korupsi dan/atau TPPU dalam proses penyelesaian utang atau kewajiban PT CBS kepada PT KNI yang diduga melibatkan penyelenggara negara pada rentang waktu yang sama.
Adapun 12 lokasi yang menjadi sasaran penggeledahan meliputi kantor PT CBS di Cengkareng Timur, Jakarta Barat; kantor pusat PT CBS di Penjaringan, Jakarta Utara; PT KNI di Petojo Selatan, Jakarta Pusat; rumah MN di Serpong Utara, Tangerang Selatan; rumah TK di Mega Kuningan, Jakarta Selatan; kantor atau grup DMG/CP di Kuningan, Jakarta Selatan; PT PML di Karet Kuningan, Jakarta Selatan; rumah DR di Gandaria Selatan, Jakarta Selatan; apartemen milik MILDK di Pacific Place; rumah di Sentul, Kabupaten Bogor; Kafe de'Clan Signature; serta Koin Money Changer di Jakarta Selatan.
Sebelumnya, dari penggeledahan di Kafe de'Clan Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete, Cilandak, Jakarta Selatan, penyidik menyita uang senilai Rp67,2 miliar yang terdiri dari mata uang rupiah, dolar Amerika Serikat, dan dolar Singapura.
Uang tersebut ditemukan di dalam brankas rahasia yang disembunyikan di balik lemari pajangan dan hanya dapat diakses dengan mekanisme khusus berupa dorongan pada bagian tertentu lemari.
Selain menyita uang tunai, polisi juga mengamankan sejumlah dokumen penting serta membawa tiga pegawai untuk dimintai keterangan guna mendukung proses penyidikan yang masih berlangsung.
Foto Keluarga Pemilik Rumah di Sentul (Instagram)