Ntvnews.id, Ankara - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan pujian kepada Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat tiba di Ankara untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO. Trump menyebut Erdogan sebagai sosok pemimpin yang kuat dan tangguh serta menilai hubungan kedua pemimpin terjalin dengan sangat baik.
Dilansir dari AFP, Kamis, 9 Juli 2026, Trump disambut langsung oleh Erdogan di landasan bandara ketika turun dari pesawat kepresidenan Air Force One pada Selasa, 7 Juli 2026. Penyambutan dilanjutkan dengan upacara kenegaraan, termasuk iring-iringan kendaraan Trump yang dikawal pasukan berkuda putih menuju Istana Kepresidenan Turki.
Menurut Reuters, kunjungan tersebut menjadi lawatan pertama seorang Presiden AS ke Turki dalam 11 tahun terakhir.
Pertemuan berlangsung di tengah meningkatnya tantangan yang dihadapi NATO yang telah berusia 77 tahun. Selama ini, Trump kerap melontarkan kritik terhadap negara-negara anggota aliansi dan mendorong pengurangan keterlibatan Amerika Serikat di kawasan Eropa.
Sesampainya di Ankara, Trump kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap NATO. Namun, ia juga menyampaikan apresiasi kepada Erdogan yang menjadi tuan rumah penyelenggaraan KTT tersebut.
Baca Juga: Anggota Parlemen Israel Sebut Turki Negara Musuh, Erdogan Dinilai Ancaman
"Saya sangat kecewa dengan NATO. Terus terang, jika (KTT) ini tidak digelar di Turki, di mana sahabat saya ini merupakan sosok pemimpin sangat kuat dan tangguh, saya mungkin tidak akan hadir," kata Trump saat berbicara kepada wartawan di Istana Kepresidenan Turki, dengan Erdogan duduk di sampingnya.
Trump juga menegaskan kedekatan hubungan pribadinya dengan Erdogan.
"Ada chemistry yang terjalin di antara kami," ucap Presiden AS tersebut, memuji hubungannya dengan Erdogan.
Kehangatan hubungan kedua pemimpin dinilai menjadi perubahan signifikan dibandingkan masa pemerintahan Presiden AS sebelumnya, Joe Biden, ketika hubungan Washington dan Ankara sempat mengalami ketegangan.
Para pejabat NATO berharap hubungan baik antara Trump dan Erdogan dapat membantu meredakan berbagai persoalan di kawasan, termasuk meningkatnya ketegangan terkait Iran.
Hubungan yang semakin erat itu juga dipandang dapat memberikan keuntungan bagi Turki, terutama dalam kerja sama bidang pertahanan.
Arsip - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan saat memberikan pernyataan dalam konferensi pers usai pertemuan kabinet di Ankara, Turki, Senin (9/3/2026). (ANTARA/Xinhua/HO-Mustafa Kaya/aa) (Antara)
Trump mengungkapkan pemerintahannya akan mempertimbangkan kembali penjualan jet tempur siluman F-35 kepada Turki. Sebelumnya, Ankara dikeluarkan dari program F-35 pada 2019 setelah membeli sistem pertahanan udara buatan Rusia.
"Dalam banyak hal, Turki jauh lebih loyal dibandingkan negara-negara lain yang kita kira akan loyal... Itu pesawat yang hebat, pesawat yang terbaik, sejauh ini pesawat yang terbaik saat ini. Dan itu tentu saja sesuatu yang akan kami pertimbangkan," kata Trump, seperti dilansir Reuters.
Selama beberapa tahun terakhir, Turki berupaya mengakhiri kebuntuan terkait pembelian F-35 sekaligus mendorong pencabutan sanksi AS yang dinilai menghambat berbagai proyek pertahanan negara tersebut.
Presiden Erdogan pun menyatakan optimistis Ankara dapat memperoleh hasil positif dalam pembahasan tersebut.
"Kami telah membahas hal ini sebelumnya dengan AS dan dijanjikan lima unit jet tempur. Saya mengetahui bahwa Tuan Trump selalu menepati janjinya," ucapnya.
"Trump juga telah memberikan jaminan pribadi kepada kami terkait masalah ini," sebut Erdogan.
Hubungan antara Israel dan Turki di bawah kepemimpinan Recep Tayyip Erdogan semakin tegang ( AP ). (Reuters)