Ntvnews.id, Helsinki - Presiden Finlandia Alexander Stubb dan Menteri Luar Negeri Finlandia Elina Valtonen menolak pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang menyebut Greenland seharusnya berada di bawah kendali Amerika Serikat. Keduanya menegaskan bahwa persoalan terkait Greenland merupakan kewenangan Denmark dan Greenland.
Pernyataan itu muncul setelah Trump, sehari sebelumnya, saat menghadiri pertemuan bilateral dengan Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdoğan di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Ankara, mengatakan bahwa Greenland "seharusnya dikendalikan oleh AS, bukan Denmark".
Dalam wawancara dengan lembaga penyiaran nasional Finlandia, Yle, pada Rabu, Stubb menegaskan bahwa persoalan mengenai Greenland sepenuhnya menjadi urusan Denmark. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai tanggapan atas komentar Trump.
Secara terpisah, Valtonen juga menyampaikan penolakan terhadap klaim tersebut. Ia menegaskan Finlandia tetap memberikan dukungan penuh terhadap integritas wilayah Denmark.
Baca Juga: Finlandia dan Swedia Nyatakan Dukungan Kepada Denmark Terkait Greenland Di Tengah Tekanan AS
Menurut Valtonen, isu Greenland sebaiknya diselesaikan melalui mekanisme pertahanan dan keamanan yang telah tersedia, bukan melalui klaim atas wilayah.
Ia menjelaskan saat ini terdapat dua proses yang sedang berjalan terkait keamanan di kawasan Arktika. Pertama, Denmark dan Amerika Serikat tengah berdiskusi mengenai kemungkinan perluasan kerja sama pertahanan. Selain itu, NATO juga terus memperkuat sistem keamanan di kawasan Arktika, termasuk Greenland sebagai bagian dari wilayah tersebut.
"Kami di Finlandia sangat memahami bahwa kawasan Arktika jauh lebih luas daripada sekadar Greenland. Mari kita fokus pada kedua proses tersebut. Hasilnya nanti akan baik dan memadai, termasuk bagi Donald Trump," kata Valtonen.
Baca Juga: AHY Bahas Peluang Kerja Sama Strategis dengan Menlu Finlandia
Greenland merupakan wilayah otonom yang berada dalam Kerajaan Denmark. Pernyataan Trump yang kembali menyuarakan keinginan Amerika Serikat menguasai pulau tersebut memicu perhatian negara-negara sekutu di Eropa serta menghidupkan kembali perdebatan mengenai keamanan kawasan Arktika, kedaulatan wilayah, dan soliditas NATO.
(Sumber: Antara)
Pemandangan di dekat Nuuk, Greenland, sebuah daerah otonom milik Denmark, dipotret pada 8 Februari 2026. (Antara)