Kebakaran Gunung Bromo Kian Meluas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Agu 2026, 07:30
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Petugas gabungan memadamkan kebakaran di kawasan Gunung Bromo yang terus meluas pada Selasa, 4 Agustus 2026. Petugas gabungan memadamkan kebakaran di kawasan Gunung Bromo yang terus meluas pada Selasa, 4 Agustus 2026. (Antara)

NTVNews.id , Jatim - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Bromo, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur semakin meluas. Kobaran api yang belum sepenuhnya berhasil dipadamkan hingga Sabtu, 8 Agustus 2026 malam diperparah oleh kondisi angin yang bertiup kencang.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief mengatakan perkembangan terbaru menunjukkan api telah merambat ke kawasan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT), tepatnya menuju blok Jantur.

“Kami mendapatkan informasi perkembangan kebakaran di TNBTS bahwa api menjalar di kawasan Jalur Lingkar Kaldera Tengger (JLKT) di arah blok Jantur akibat kuatnya angin yang cukup kencang,” katanya, dikutip Minggu, 9 Agustus 2026.

Kondisi angin yang berubah-ubah membuat proses pemadaman karhutla Gunung Bromo menjadi semakin sulit. Tim gabungan yang berada di lokasi pun diminta tidak memaksakan diri ketika kondisi dianggap membahayakan.

Seluruh personel sempat berkumpul di lokasi yang lebih aman di sekitar JLKT. Langkah tersebut dilakukan untuk menghindari risiko terjebak dalam jalur pergerakan api.

Setelah angin mulai mereda, tim kembali bergerak menuju Jemplang menggunakan jalur menuju lama. Petugas berhasil melakukan upaya membantu agar kobaran api tidak melewati jalur tersebut.

Oemar berharap kondisi angin tetap terkendali sehingga api tidak kembali bergerak ke wilayah utara Watangan.

Ilustrasi kebakaran. (Ist/Net) (A) <b>(Antara)</b> Ilustrasi kebakaran. (Ist/Net) (A) (Antara)

Kebakaran yang melanda kawasan TNBTS menunjukkan perkembangan cukup signifikan sejak pertama kali dilaporkan pada Senin, 3 Agustus 2026. Berdasarkan data Balai Besar TNBTS, luas area yang terdampak kebakaran kini mencapai sekitar 176 hektare. Sebagian besar wilayah yang terbakar berada di Kabupaten Probolinggo.

Luas area terdampak terus bertambah dalam beberapa hari terakhir. Pada awal kejadian, kebakaran tercatat melanda sekitar 7,9 hektar. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 44 hektar, 51 hektar, hingga mencapai sekitar 176 hektar pada Jumat, 7 Agustus 2026 malam.

Menyusul kebakaran yang semakin meluas, Balai Besar TNBTS memutuskan menutup seluruh akses kunjungan wisata ke kawasan Gunung Bromo mulai 8 Agustus 2026 pukul 22.00 WIB.

Kepala Balai Besar TNBTS Rudijanta Tjahja Nugraha menjelaskan, keputusan tersebut diambil untuk mendukung proses pemadaman sekaligus memastikan keselamatan wisatawan yang berada di kawasan taman nasional.

Selain memberikan ruang bagi petugas untuk melakukan penanganan kebakaran, penutupan juga menjadi langkah pencegahan mengingat kondisi api dan arah angin masih dapat berubah sewaktu-waktu.

Penutupan diterapkan di seluruh pintu masuk kawasan TNBTS, yang meliputi pintu masuk Cemorolawag di Kabupaten Probolinggo, Wonokitri di Kabupaten Pasuruan, Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang, serta Senduro di Kabupaten Lumajang.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close