Ntvnews.id, New York - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membahas kondisi Gaza dalam pidatonya di Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam kesempatan tersebut, Trump turut menyebut Indonesia ketika menyampaikan apresiasi kepada sejumlah negara yang berkomitmen membantu proses pemulihan Jalur Gaza.
Dilansir dari ABC News, Kamis, 24 September 2026, Trump membicarakan berbagai isu dalam pidato terbarunya di hadapan Majelis Umum PBB yang tengah menggelar sidang tahunan ke-81 di markas besar PBB, New York.
Dalam pidato yang disampaikan, Trump secara khusus membahas situasi di Jalur Gaza. Ia juga menyinggung perannya dalam upaya mengakhiri konflik di wilayah Palestina tersebut.
"Setahun yang lalu, saat saya berbicara di hadapan para pemimpin hebat di ruangan ini, perang di Gaza masih berkecamuk dengan brutal. Para sandera masih berada jauh di dalam terowongan Hamas dan tidak ada tanda-tanda penyelesaian. Situasi itu seolah takkan pernah bisa diselesaikan," ucapnya.
"Namun di sela-sela Sidang Umum ini, kita mengambil langkah-langkah awal. Hal itu mengubah segalanya. Beberapa minggu kemudian, kita mengakhiri perang di Gaza dan menyelamatkan ribuan nyawa," kata Trump dalam pidatonya.
Baca Juga: Trump Sebut Rusia Kehilangan Kendali Industri Akibat Perang Ukraina
Trump juga mengklaim seluruh sandera yang tersisa telah dipulangkan, baik mereka yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia.
"Kita juga berhasil memulangkan seluruh sandera yang tersisa, baik yang masih hidup maupun yang telah tewas. Semuanya dari mereka, Terima kasih," ujarnya, yang disambut tepuk tangan.
Trump selanjutnya menyampaikan apresiasi kepada sejumlah pihak yang menurutnya berperan dalam proses penghentian perang di Gaza. Ia juga berterima kasih kepada Dewan Keamanan PBB karena memberikan dukungan terhadap Rencana Perdamaian Gaza yang diusulkannya.
"Dan atas persetujuan resmi terhadap Dewan Perdamaian (Board of Peace)," ucap Presiden AS tersebut.
Trump menyebut Dewan Perdamaian sebagai "sekelompok orang yang sangat penting". Ia juga menyoroti keterlibatan 30 negara yang disebut telah bergabung dalam lembaga tersebut, yang saat ini dipimpinnya.
Selain itu, Trump mengapresiasi negara-negara anggota Dewan Perdamaian yang memberikan dukungan dana hingga miliaran dolar AS untuk membantu pembangunan kembali Gaza. Ia menyebut sejumlah negara yang memberikan kontribusi, antara lain Qatar, Kuwait, Arab Saudi, dan Turki.
Trump kemudian memberikan penghargaan kepada negara-negara yang menyatakan kesediaan mengirim pasukan, personel kepolisian, serta memberikan pelatihan dalam rangka membantu stabilisasi Gaza. Dalam bagian ini, Indonesia disebut sebagai salah satu negara yang berkomitmen memberikan dukungan.
"Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah berkomitmen mengerahkan pasukan, personel kepolisian, dan memberikan pelatihan untuk membantu menstabilkan situasi di Gaza, termasuk Indonesia, Maroko, Albania, Kosovo, Kazakhstan, Mesir, Yordania, dan lainnya," kata Trump dalam pidatonya.
Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Antara)