WHO Pastikan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar Tak Akan Jadi Pandemi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 8 Mei 2026, 11:04
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada 24 April 2026. (ANTARA/Emin Yoğurtcuoğlu - Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Kapal berbendera Belanda MV Hondius berlayar di Samudra Atlantik dekat Pulau Saint Helena pada 24 April 2026. (ANTARA/Emin Yoğurtcuoğlu - Anadolu Agency/pri. (Antara)

Ntvnews.id, Jenewa - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar MV Hondius diperkirakan tidak akan berkembang menjadi epidemi besar seperti pandemi COVID-19. WHO menilai penyebaran virus tersebut masih terbatas pada lingkungan tertentu dengan kontak erat dalam waktu lama.

"Ini adalah lingkungan spesifik dan terbatas, tempat orang-orang berinteraksi dalam kontak dekat berkepanjangan," kata Direktur Operasi Peringatan dan Respons Darurat Kesehatan WHO Abdirahman Mahamud kepada wartawan di Jenewa, Kamis, 7 Mei 2026.

WHO menyebut sejauh ini terdapat lima kasus terkonfirmasi yang terkait dengan virus Andes, salah satu strain hantavirus yang dalam kasus langka dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan. Kasus-kasus tersebut terdeteksi di kapal pesiar MV Hondius dan telah dikonfirmasi melalui pengujian di Afrika Selatan dan Swiss.

Baca Juga: WHO Sebut Risiko Penyebaran Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Masih Rendah

"Kami percaya wabah ini tak akan menyebabkan rantai penularan lanjutan," kata Mahamud.

Ia menjelaskan pasien yang terinfeksi harus menjalani isolasi, sedangkan individu yang terpapar perlu dipantau hingga 42 hari. Namun, mekanisme pengawasan itu dapat berbeda di tiap negara, mulai dari karantina institusional hingga pemantauan kesehatan harian.

Direktur WHO untuk Kesiapsiagaan dan Pencegahan Epidemi serta Pandemi Maria Van Kerkhove menegaskan bahwa wabah hantavirus sangat berbeda dibandingkan COVID-19.

"Ini bukan SARS-CoV-2. Ini bukan awal pandemi COVID," katanya.

"Penyebarannya tidak sama seperti virus corona." WHO menjelaskan sebagian besar hantavirus ditularkan melalui hewan pengerat, termasuk lewat air liur, urine, dan kotoran, sementara penularan antarmanusia sangat jarang terjadi.

Baca Juga: 2 Warga Singapura Jalani Isolasi dan Tes Virus Hantavirus

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan pihaknya telah memberi tahu 12 negara yang warganya sempat berada di kapal tersebut dan turun di Saint Helena. Negara-negara itu meliputi Kanada, Denmark, Jerman, Belanda, Selandia Baru, Saint Kitts dan Nevis, Singapura, Swedia, Swiss, Turkiye, Inggris, dan Amerika Serikat.

Saat ini kapal MV Hondius tengah menuju Kepulauan Canary setelah memperoleh izin dari Spanyol, sementara WHO menilai risiko penyebaran hantavirus di wilayah tersebut tetap rendah.

(Sumber: Antara)

 

x|close