Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Taruna Ikrar menegaskan bahwa standar pengawasan obat, makanan, hingga produk kosmetik yang diterapkan BPOM telah sesuai dengan standar internasional.
Menurut Taruna, hal tersebut tercermin dari pengakuan World Health Organization melalui status WHO Listed Authority (WLA) yang berhasil diperoleh BPOM pada Desember tahun lalu.
Pengakuan itu menunjukkan bahwa BPOM dinilai memenuhi standar internasional tinggi dalam pengawasan produk kesehatan.
"Bukti top 10 di dunia itu kita sudah dapat namanya WHO Listed Authority, WLA. Dan itu baru kita dapatkan Desember tahun lalu," kata Taruna saat ditemui di Jakarta, Rabu 06 Mei 2026.
Baca Juga: BPOM Ungkap 26 Kosmetik Berbahaya yang Berisiko Ganggu Ginjal, Ada Produk Daviena
Ia menjelaskan bahwa status WLA menjadi bentuk pengakuan terhadap standar keamanan, stabilitas, kewaspadaan atau vigilance, hingga otorisasi pemasaran yang diterapkan BPOM.
"Kita sudah setara dengan Amerika, sudah setara dengan European Medical Agency, kita sudah setara dengan PMDA Jepang, kita sudah setara dengan Minister of Food and Drug Safety di Korea Selatan, sudah setara dengan PGA yang ada di Australia dan HAA yang ada di Singapura," kata Taruna.
Dengan capaian tersebut, Taruna menilai berbagai produk lokal yang telah memperoleh izin edar BPOM memiliki standar keamanan, efikasi, dan kualitas yang setara dengan produk luar negeri.
Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih percaya terhadap produk dalam negeri.
Ia juga mendorong agar produk-produk domestik mampu menjadi tuan rumah di negeri sendiri melalui peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap produk yang telah memiliki izin BPOM.
Baca Juga: BPOM Tarik 8 Kosmetik Berklaim Sensasional, Izin Edar Dicabut
Pernyataan tersebut disampaikan terkait keinginan industri kosmetik nasional untuk menciptakan tren kecantikan khas Indonesia atau I-Beauty yang diharapkan mampu menyaingi tren K-Beauty dari Korea Selatan.
"Mimpi kita bersama di Perkosmi adalah kita mau geser K-Beauty Mungkin 10 tahun lagi, kita mau ciptakan I-Beauty Indonesian Beauty," ujar CEO Kilala Tilaar.
Menurut Kilala, produk-produk kosmetik Indonesia memiliki kualitas dan nilai yang tidak kalah dibandingkan merek luar negeri, meski industri nasional masih menghadapi sejumlah tantangan dalam pengembangannya.
(Sumber: Antara)
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Taruna Ikrar saat menghadiri Indonesian Cosmetics Ingredients yang digelar di Jakarta, Rabu 6 Mei 2026. ANTARA/ (Sinta) (Antara)