Komandan Elite Hizbullah Tewas dalam Serangan Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Mei 2026, 07:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Arsip foto - Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. Furkan Güldemir. ANTARA/Anadolu Agency/pri. Arsip foto - Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. Furkan Güldemir. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Istimewa)

Ntvnews.id, Lebanon - Seorang komandan senior Hizbullah dari pasukan elit Radwan dilaporkan tewas dalam serangan Israel di wilayah pinggiran selatan Beirut. Serangan tersebut menjadi yang pertama di kawasan itu dalam hampir satu bulan terakhir.

Dilansir dari AFP, Kamis, 7 Mei 2026, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan militer Israel menargetkan seorang "komandan pasukan Radwan Hizbullah".

Sumber yang dekat dengan Hizbullah mengatakan kepada AFP dengan syarat anonim bahwa korban tewas adalah Malek Ballout.

"Malek Ballout, komandan operasi di pasukan Radwan" tewas, ujar sumber tersebut.

Kantor berita resmi Lebanon, National News Agency, melaporkan jet tempur Israel melancarkan serangan ke wilayah Ghobeiri yang dikenal sebagai basis kuat Hizbullah.

Jurnalis AFP di lokasi melihat kepulan asap membumbung dari area yang menjadi sasaran serangan.

Baca Juga: Tentara Prancis Tewas di Lebanon, Hizbullah Bantah Terlibat

Sebelumnya, Beirut dan kawasan pinggiran selatannya relatif tidak tersentuh serangan Israel sejak 8 April lalu. Saat itu, serangan besar-besaran Israel di seluruh Lebanon dilaporkan menewaskan lebih dari 350 orang.

Serangan terbaru ini terjadi ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan terdapat “peluang yang sangat baik” untuk mencapai kesepakatan damai dengan Iran.

Hizbullah sendiri mulai terlibat dalam konflik Timur Tengah sejak 2 Maret setelah meluncurkan serangan terhadap Israel sebagai bentuk dukungan kepada Iran yang merupakan sekutunya.

Sejak konflik meningkat, serangan Israel di Lebanon disebut telah menewaskan lebih dari 2.700 orang dan memaksa lebih dari satu juta warga mengungsi, terutama dari wilayah selatan dan timur Lebanon serta pinggiran selatan Beirut.

Meskipun gencatan senjata mulai berlaku pada 17 April, Israel masih berulang kali melancarkan serangan ke Lebanon, khususnya di wilayah selatan. Hizbullah juga terus membalas dengan menyerang pasukan Israel.

x|close