Temuan 995 Senjata, Sekolah di Pondok Pinang Terapkan PJJ Selama Sepekan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 9 Agu 2026, 21:28
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kuasa hukum yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Hermawanto di Jakarta Selatan, Minggu, 9 Agustus 2026. Kuasa hukum yayasan sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Hermawanto di Jakarta Selatan, Minggu, 9 Agustus 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara penuh selama satu pekan. Kebijakan tersebut diambil setelah polisi menemukan 995 pucuk senjata di lingkungan sekolah.

Kuasa hukum yayasan Hermawanto mengatakan kegiatan belajar dari jarak jauh diberlakukan untuk memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik selama proses pemeriksaan berlangsung.

"Jadi minggu depan tadi disampaikan sekolah akan PJJ total selama satu minggu untuk memastikan keamanan dan keselamatan peserta didik di sekolah," kata Hermawanto di Jakarta Selatan, Minggu, 9 Agustus 2026.

PJJ dijadwalkan berlangsung mulai Senin, 10 Agustus 2026 hingga Jumat, 14 Agustus 2026. Sekolah mengambil langkah tersebut karena proses pemeriksaan masih berlangsung di sejumlah bagian lingkungan sekolah.

Baca JugaTerkuak Awal Terungkapnya Temuan 995 Senjata di Sekolah Pondok Pinang

Hermawanto mengatakan pihak yayasan belum mengetahui isi beberapa ruangan yang masih tertutup. Sejumlah lokasi juga masih berada dalam garis polisi.

"Masih ada ruangan yang tertutup, masih ada ruangan yang ter-police line yang kami tidak tahu di dalam isinya apa," ujar Hermawanto.

Kuasa hukum yayasan lainnya, Alvon Kurnia Palma, menyampaikan alasan serupa. Menurutnya, PJJ diperlukan untuk memberikan rasa aman kepada para siswa.

"Atas kondisi itu orang tua meminta kepada sekolah dan kita semua sebenarnya memiliki concern bahwa untuk menjamin keamanan bagi anak-anak sementara waktu sekolah itu PJJ atau pendidikan jarak jauh," kata Alvon. 

Baca JugaYayasan Ngaku Tak Tahu Asal-usul 995 Senjata yang Ditemukan di Sekolah Pondok Pinang

Ia menegaskan penerapan PJJ tidak berarti kegiatan pendidikan dihentikan. Para siswa tetap mengikuti proses pembelajaran, tetapi dilakukan dari jarak jauh untuk sementara.

"Tujuannya lebih kepada memastikan anak-anak itu belajar secara aman," tegas Alvon.

Kebijakan tersebut juga mempertimbangkan kondisi psikologis siswa. Pihak yayasan tidak ingin situasi yang terjadi di lingkungan sekolah menimbulkan rasa takut ketika siswa nantinya kembali menjalani pembelajaran tatap muka.

Alvon berharap polisi dapat menyelesaikan pemeriksaan sekaligus memastikan seluruh lingkungan sekolah dalam kondisi aman selama PJJ berlangsung.

"Kami sangat mendorong agar aparat kepolisian itu untuk segera bisa melakukan sterilisasi kepada tempat-tempat yang mungkin kami tidak ketahui," kata Alvon.

Ia juga meminta agar siswa tidak dikaitkan dengan temuan senjata dan barang lainnya di lingkungan sekolah.

"Jangan sampai ini dikait-kaitkan dan kemudian memberikan suatu image yang negatif kepada anak-anak. Itu makanya dari awal kami sangat menjaga agar ini tidak tersangkut dengan anak," jelas Alvon.

Sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan membenarkan adanya temuan senjata api dan airsoft gun di salah satu ruangan milik yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Dalam ruangan bekas Kepala Yayasan berinisial IWD tersebut, polisi menemukan 995 pucuk senjata beserta amunisi dan aksesori senjata. Petugas juga menemukan alat pembuat peluru, VCD porno, serta barang yang diduga narkotika jenis sabu dan ganja.

Polisi menerima laporan masyarakat mengenai temuan tersebut pada Rabu, 15 Juli 2026. Penyidik kemudian membuat Laporan Polisi Model A sebagai dasar penanganan awal perkara.

(Sumber: Antara)

HIGHLIGHT

x|close