Ntvnews.id, Beirut - Seorang tentara Prancis tewas dan tiga lainnya terluka akibat serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL di Lebanon. Presiden Prancis Emmanuel Macron menuding kelompok Hizbullah berada di balik serangan tersebut, namun tuduhan itu dibantah oleh pihak terkait.
"Hezbollah membantah keterlibatannya dalam insiden yang terjadi dengan pasukan UNIFIL di daerah Ghandouriyeh-Bint Jbeil," demikian pernyataan Hizbullah, dilansir dari AFP, Senin, 20 April 2026.
Kelompok tersebut juga meminta agar publik tidak terburu-buru dalam menyimpulkan pihak yang bertanggung jawab dan menunggu hasil penyelidikan resmi dari militer Lebanon. Mereka menekankan pentingnya "kehati-hatian dalam membuat penilaian dan menetapkan tanggung jawab".
Sebelumnya, Macron mengecam keras serangan yang menewaskan satu tentaranya dan melukai tiga lainnya. Ia bahkan menyatakan dugaan kuat keterlibatan Hizbullah serta mendesak otoritas Lebanon segera menangkap pelaku.
Baca Juga: Pemimpin Hizbullah Janji Akan Balas Pelanggaran Gencatan Senjata Israel
"Semuanya mengarah pada Hizbullah yang bertanggung jawab atas serangan ini," kata Macron di X.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres juga mengutuk insiden tersebut. Berdasarkan temuan awal UNIFIL, serangan diduga dilakukan oleh kelompok yang didukung Iran.
Dalam konflik yang berlangsung di Lebanon, pasukan UNIFIL memang kerap menjadi sasaran, baik dari pihak Israel maupun Hizbullah.
Arsip - Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) menggelar parade militer memperingati HUT ke-80 PBB di Naqoura, Lebanon selatan, Jumat (24/10/2025). (ANTARA/Xinhua/Ali Hashisho/aa.) (Antara)
Tentara Prancis yang gugur diketahui bernama Florian Montorio, berpangkat Sersan Staf. Ia dilaporkan terjebak dalam “penyerangan mendadak” saat unitnya menuju pos terdepan UNIFIL yang terisolasi akibat pertempuran. Menteri Angkatan Bersenjata Prancis Catherine Vautrin menyebut Montorio meninggal akibat tembakan langsung.
Montorio menjadi tentara Prancis kedua yang tewas sejak konflik di Timur Tengah meningkat. Sebelumnya, seorang prajurit bernama Arnaud Frion meninggal akibat serangan drone buatan Iran di wilayah Kurdistan Irak pada bulan lalu.
Arsip foto - Bendera nasional Lebanon (kanan) dan bendera Hizbullah. Furkan Güldemir. ANTARA/Anadolu Agency/pri. (Istimewa)