Sederet Kebijakan Pemerintah Jamin Masa Depan Anak Bangsa: dari CKG hingga Revitalisasi Sekolah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jul 2026, 23:30
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto (dua kiri) menyalami anak-anak sekolah di sekitar Lubang Buaya yang mengikuti rangkaian upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Rabu 1 Oktober 2025. ANTARA/HO-Tim Media Presiden Pr Presiden Prabowo Subianto (dua kiri) menyalami anak-anak sekolah di sekitar Lubang Buaya yang mengikuti rangkaian upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya, Jakarta, Rabu 1 Oktober 2025. ANTARA/HO-Tim Media Presiden Pr (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Menjelang Hari Anak Nasional (HAN) yang diperingati setiap 23 Juli, pemerintah terus memperkuat berbagai program prioritas untuk menjamin tumbuh kembang anak Indonesia. Penguatan tersebut mencakup pemenuhan layanan kesehatan, peningkatan akses pendidikan, hingga penyediaan lingkungan belajar yang aman dan berkualitas.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Pratikno, menegaskan bahwa Presiden Prabowo Subianto terus mendorong berbagai program yang berfokus pada penyiapan sumber daya manusia (SDM) unggul.

Program-program tersebut memastikan setiap anak Indonesia dapat tumbuh sehat, memperoleh tempat tinggal yang layak, serta mendapatkan akses terhadap layanan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas.

“Saya ingin menyampaikan bahwa pemerintah punya begitu banyak program untuk menyiapkan SDM unggul dan tangguh. Tidak ada yang tertinggal, yang di bawah desil-1 dan desil-2 juga dijamin aksesnya. Tapi di saat yang sama juga menyiapkan SDM yang kompetitif,” kata Pratikno dalam Konferensi Pers mingguan PHTC (Program Hasil Terbaik Cepat) di kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Di bidang kesehatan, pemerintah terus memperluas berbagai layanan dasar sebagai fondasi pembangunan SDM unggul, mencakup pelaksanaan Pemeriksaan Kesehatan Gratis (CKG), pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD), penambahan dokter spesialis, serta percepatan penurunan prevalensi stunting dan penanganan penyakit tuberkulosis maupun lepra.

Baca Juga: Pemerintah Bidik 500 Titik Sekolah Rakyat Beroperasi pada 2029

“Mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, kemudian juga pembangunan RSUD besar-besaran di banyak daerah, kemudian penambahan dokter spesialis, mulai dari pendidikan spesialis yang university-based maupun hospital-based dan juga kita terus-menerus mengupayakan untuk penurunan prevalensi stunting, penanganan penyakit tuberkulosis serta lepra,” imbuhnya.

Di bidang pendidikan, pemerintah juga terus memperluas akses terhadap layanan pendidikan yang berkualitas bagi seluruh anak Indonesia, salah satunya melalui penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang memberikan pendidikan gratis bagi anak-anak dari keluarga miskin desil-1 dan desil-2.

Selain itu, pemerintah juga melanjutkan program revitalisasi sekolah di berbagai daerah untuk meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

“Artinya untuk menjamin bahwa fasilitas sekolah menjadi baik, selain itu juga digitalisasi, distribusi IFP, interactive flat panel yang meluas di seluruh sekolah di Indonesia,” kata Pratikno.

Selain memperkuat akses dan kualitas pendidikan dasar, pemerintah juga menyiapkan program pendidikan unggulan untuk mencetak talenta masa depan. Saat ini pemerintah terus mengembangkan Sekolah Unggul Garuda sebagai salah satu program prioritas yang bertujuan mencetak talenta unggul di bidang STEM dan kepemimpinan.

Baca juga: Menkes Targetkan Skrining Hepatitis 90 Persen Lewat CKG, Perkuat Deteksi Dini di Puskesmas

Tak hanya itu, Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) juga menjadi program prioritas lainnya yang bertujuan menjadi sekolah unggulan non-asrama yang menggabungkan jenjang SMP dan SMA.

Pemerintah saat ini menargetkan pembangunan 100 SNT, dengan 17 unit di antaranya mulai beroperasi pada tahun ajaran ini. Sekolah tersebut menerapkan kurikulum kombinasi (nasional dan internasional) dengan pendekatan STEAMS serta bahasa pengantar bahasa asing.

Di samping memperkuat aspek kesehatan dan pendidikan, pemerintah juga terus meningkatkan perlindungan terhadap anak dalam menghadapi berbagai tantangan sosial.

Untuk merespons meningkatnya tantangan kekerasan terhadap anak misalnya, pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional #RuangAmanNyamanAnak (Gernas RANA) yang menyasar empat ruang utama, yakni ruang keluarga, satuan pendidikan, ruang publik, dan ruang digital.

“Anak-anak tidak hanya kita jamin nutrisinya saja, tapi kita juga jamin kesehatan mentalnya. Nah ruang aman dan nyaman itu menjadi penting, karena apakah kalau setiap hari terjadi kekerasan itu akan menimbulkan dampak trauma panjang bagi anak,” kata Pratikno.

x|close